Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Media Voice Of America (VOA) Dapat Anggaran, Meskipun Trump Usulkan Penutupan

Foto: GettyImages/NurPhoto / Contributor

Newestindonesia.co.id – Washington – AS, Kongres Amerika Serikat dalam kesepakatan bipartisan pada 13 Januari 2026 menyetujui alokasi dana sekitar US$653 juta (sekitar Rp11,04 triliun) untuk U.S. Agency for Global Media (USAGM), lembaga induk dari Voice of America (VOA), menolak permintaan Presiden Donald Trump yang ingin memotong pendanaan hingga mematikannya.

Dana ini termasuk sekitar US$643 juta untuk kegiatan penyiaran melalui USAGM, plus hampir US$10 juta untuk peningkatan fasilitas. Jumlah ini lebih rendah dibanding anggaran sebelumnya, namun empat kali lebih besar daripada permintaan Trump sebesar hanya US$153 juta yang dimaksudkan untuk proses penutupan secara “teratur”.

Seperti dilansir melalui The Washington Post (17/1), Kesepakatan pendanaan ini merupakan bagian dari RUU anggaran yang lebih besar yang telah dinegosiasikan oleh anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat, dan masih memerlukan persetujuan akhir dari Dewan Perwakilan dan Senat sebelum dikirim ke meja Presiden.

Latar Belakang Konflik

Pada Maret 2025, Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghapus USAGM — termasuk VOA dan sejumlah media internasional lain — sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan pengurangan anggaran pemerintah federal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampaknya, ribuan pegawai VOA diberi cuti administratif dan siaran internasional dihentikan secara luas.

Namun, tindakan itu kemudian dihentikan oleh pengadilan setelah gugatan yang menyatakan bahwa penutupan VOA dan penghentian pendanaannya melanggar hukum dan mandat legislatif. Sebagai hasilnya, siaran VOA dalam beberapa bahasa utama kini kembali berjalan meskipun dalam skala lebih kecil.

Reaksi dan Tantangan yang Masih Ada

Pendukung pendanaan VOA di Kongres menyatakan dukungan kuat mereka terhadap peran lembaga itu sebagai alat “soft power” Amerika dalam menyebarkan informasi bebas dan independen ke penjuru dunia.

Baca juga:  Iran Blokir Internet Dan Telepon Di Tengah Tekanan Protes Massal

Namun beberapa legislator juga menyuarakan keprihatinan bahwa anggaran yang dipangkas dapat membatasi kemampuan layanan berita itu di wilayah-wilayah penting secara geopolitik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara itu, pihak yang ditunjuk oleh Trump untuk memimpin USAGM, termasuk Deputi CEO Kari Lake, mengkritik anggaran yang disepakati dan tetap mendukung gagasan penutupan lembaga itu.

Editor: DAW

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement