Newestindonesia.co.id – Denpasar, Kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan influencer asal Rusia Sergey Domogatsky, yang dikenal dengan nama “Mr. Terima Kasih”, kini menjadi perhatian nasional setelah puluhan korban melaporkan kerugian besar kepada aparat kepolisian di Bali.
Puluhan Laporan Masuk ke Polda Bali
Sejak awal penyelidikan, jumlah pengaduan terhadap Mr. Terima Kasih terus meningkat. Hingga awal Januari 2026, sekitar 50 laporan polisi telah tercatat di Polda Bali, dengan korban mayoritas warga negara asing dari Eropa, Asia, dan Rusia. Total kerugian yang dilaporkan diperkirakan lebih dari Rp 130 miliar.
Para pelapor mengaku menjadi korban investasi pembangunan vila mewah di beberapa kawasan Bali, termasuk Nusa Penida, Klungkung, Bangli, dan Pecatu, yang dijanjikan melalui akun media sosial dan perusahaan-perusahaan yang diklaim dimiliki oleh Sergey. Namun hingga kini proyek-proyek tersebut belum satu pun terealisasi, menurut laporan kepolisian.
Modus Penawaran & Skema Investasi
Sergey dituduh menawarkan investasi melalui unggahan di jejaring sosial, dengan skema yang melibatkan pembayaran sebagian besar melalui mata uang kripto (USDT) maupun transfer bank. Para investor dijanjikan keuntungan dan pembangunan dalam jangka waktu tertentu — namun banyak proyek tidak pernah dimulai dan komunikasi dengan pihak penyelenggara terputus.
Penyidik Polda Bali menemukan bukti berupa bukti transfer, kontrak kerja sama, dan percakapan digital yang kini dijadikan barang bukti dalam proses penyidikan. Serangkaian perusahaan yang diduga digunakan dalam penawaran investasi juga tengah diperiksa lebih lanjut.
Status Hukum & Proses Penyidikan
Direktorat Reserse Siber Polda Bali telah menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan, terutama karena indikasi pelanggaran pidana seperti penipuan (Pasal 378 KUHP) dan berita bohong (Pasal 28 UU ITE). Aparat juga tengah mengevaluasi potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait arus dana yang masuk.
Penyidik telah melayangkan panggilan kepada Sergey Domogatsky, namun laporan menyebutkan bahwa ia belum memenuhi panggilan pertama. Polisi dikabarkan telah mengeluarkan panggilan kedua dan akan mengambil langkah hukum lanjutan apabila panggilan tersebut kembali diabaikan.
Tanggapan Sergei & Kontroversi
Di media sosial, Sergei beberapa kali memberikan pernyataan yang membantah tuduhan penipuan dengan menyatakan bahwa keterlambatan proyek adalah hal biasa dalam konstruksi dan bahwa seluruh dana investasi telah digunakan untuk proyek yang dijanjikan. Namun pernyataan ini masih diselidiki dan belum menjadi dasar hukum kuat di luar pernyataan pihak kepolisian.
Imbauan kepada Publik
Polda Bali melalui pernyataan resmi mengimbau masyarakat — terutama para investor — untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan cepat tanpa dokumen dan izin yang jelas, serta melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat berwajib bila merasa dirugikan.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login