Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Rusia Serang Kyiv Dengan Drone Dan Rudal, Warga Sipil Terdampak

3 dari 7 | Sebuah bangunan tempat tinggal terbakar setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Jumat, 9 Januari 2026. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Newestindonesia.co.id, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran pada malam hari yang menargetkan ibu kota Ukraina dan wilayah lainnya, menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal, termasuk rudal hipersonik baru yang dikenal sebagai Oreshnik.

Serangan ini menewaskan beberapa warga sipil dan menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur perkotaan dan layanan dasar seperti listrik dan pemanas.

Menurut otoritas Ukraina seperti dilansir melalui Associated Press, setidaknya empat orang tewas dan lebih dari 25 luka-luka akibat serangan yang mengenai distrik perumahan Kyiv. Ribuan bangunan apartemen kehilangan layanan pemanas dan listrik di tengah musim dingin.

Wali Kota Kyiv melaporkan kebakaran di beberapa gedung apartemen akibat serangan, sementara personel darurat masih menangani dampaknya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rudal Hipersonik Oreshnik Digunakan Lagi

Dalam serangan ini, Rusia juga menembakkan rudal hipersonik Oreshnik, yang memiliki kemampuan terbang sangat cepat dan sulit dicegat oleh pertahanan udara konvensional. Ini merupakan penggunaan kedua sejak konflik berlangsung. Senjata ini dipandang sebagai pesan kuat dari Moskow terhadap Kyiv dan negara Barat.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampaknya

Selain korban jiwa, serangan drone Rusia yang berkelanjutan telah mengakibatkan pemadaman listrik besar-besaran di beberapa wilayah Ukraina, termasuk di Zaporizhzhia dan Dnipropetrovsk, akibat kerusakan pada jaringan energi. Lebih dari 600.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk serangan ini sebagai upaya “menggunakan musim dingin sebagai senjata” dan menuntut respons internasional yang lebih tegas terhadap eskalasi serangan terhadap infrastruktur sipil.

Klaim Rusia dan Tanggapan Internasional

Kremlin mengklaim serangan ini sebagai balasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin — klaim yang dibantah oleh Ukraina dan Amerika Serikat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pernyataan dari para pemimpin Eropa dan pejabat Uni Eropa mengecam tindakan Rusia sebagai peringatan terhadap NATO dan penolakan terhadap upaya diplomasi yang tengah berlangsung.

Baca juga:  Emmanuel Macron Sebut Konflik Modern Akan Dimulai Di Luar Angkasa

Latar Belakang Konflik yang Terus Berlanjut

Serangan udara besar seperti ini bukan yang pertama kali terjadi dalam perang yang hampir memasuki tahun ke-4 ini. Rusia sebelumnya telah menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal dalam serangan besar yang menargetkan jaringan energi dan masyarakat sipil di berbagai wilayah Ukraina, termasuk Kyiv.

Serangan terbaru Rusia menunjukkan eskalasi dalam penggunaan teknologi militer canggih seperti rudal hipersonik dan serangan drone dalam skala besar. Dampaknya mencakup korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Ukraina serta respons diplomatik dari negara Barat.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement