Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kepolisian kini tengah mendalami kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menyeret nama Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setelah sejumlah akun media sosial memuat narasi provokatif terkait isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo.
Laporan tersebut diajukan oleh Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Muhajir. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, yang kini ditangani oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.
“Benar, ada pelaporan dari seorang pengacara berinisial M yang melaporkan empat akun media sosial yang diduga menyebarkan berita bohong. Saat ini laporan tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Selasa (6/1/2026), Seperti dikutip melalui Liputan6.
Muhajir menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kepolisian, termasuk tangkapan layar video dari akun-akun yang dilaporkan serta sebuah flashdisk berisi data digital. Konten yang menjadi fokus laporan berasal dari platform YouTube dan TikTok, yang memuat video dan narasi yang dinilai tidak benar.
Polda Metro Jaya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap empat akun yang diduga menyebarkan konten hoaks tersebut. Konten itu menuduh adanya korupsi besar dan bahkan menyebut SBY sebagai tersangka, serta mengaitkan isu ijazah Jokowi dengan manuver politik tertentu.
Dalam rangka menjaga ruang digital yang sehat, Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang digital yang sehat,” ujarnya.
Beberapa akun yang dilaporkan antara lain akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang Boy YTN, dan @Kajian Online. Dalam video mereka, terpampang judul-judul seperti “Anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI”, serta narasi yang mengaitkan SBY dengan fitnah terkait ijazah Jokowi. Sebuah akun TikTok juga disorot karena memuat pernyataan panjang yang menuding Partai Demokrat dan SBY berada di balik polemik ijazah Presiden Jokowi.
Kasus ini menjadi salah satu contoh meningkatnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di platform digital, dan memicu respons hukum dari pihak yang merasa dirugikan. Penyelidikan dari pihak kepolisian diharapkan dapat mengurai fakta di balik konten-konten yang beredar tersebut.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login