Banjir Bandang Di Kepulauan Sitaro Sulut: 9 Orang Tewas, Puluhan Luka Dan Mengungsi

0
material-batu-batuan-memenuhi-jalanan-pascabanjir-bandang-di-kepualauan-sitaro-dok-bpbd-kabupaten-kepulauan-sitaro-1767600492716_169

Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang di Kepualauan Sitaro. (dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Banjir bandang dahsyat menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WITA, mengakibatkan sembilan orang tewas, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data yang dihimpun tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro mencatat sembilan korban meninggal dunia serta lima orang lainnya dalam pencarian aktif tim SAR.

Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro, tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Selain korban tewas dan hilang, laporan juga menunjukkan bahwa 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di pos pengungsian yang disiapkan di Gedung GMIST Bethbara. Banjir bandang berlangsung setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

Wilayah Terdampak dan Kerusakan

Tiga kecamatan secara signifikan terdampak bencana ini, yakni:

  • Kecamatan Siau Timur
  • Kecamatan Siau Timur Selatan
  • Kecamatan Siau Barat

Visual dari lokasi kejadian yang diterima pihak BNPB menunjukkan material bebatuan dan lumpur yang meluap memenuhi jalanan serta merusak bangunan warga, bahkan jaringan listrik dan telekomunikasi terputus di beberapa titik.

Beberapa rumah dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus banjir. “Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan,” ujar Abdul Muhari.

Upaya Evakuasi dan Tantangan di Lapangan

Tim SAR gabungan hingga kini masih bekerja melakukan evakuasi serta pencarian terhadap korban yang masih dilaporkan hilang. Namun, upaya ini terkendala oleh penyesuaian jadwal penyeberangan kapal, yang memperlambat mobilisasi tim dan logistik ke kawasan terdampak.

Baca juga:  Mangga Dua Raya Masih Banjir, Arus Motor Beralih Ke Jalur TransJakarta

Situasi ini memperlihatkan tantangan berat dalam penanganan bencana di daerah kepulauan, terutama saat akses transportasi menjadi terbatas akibat kondisi cuaca dan infrastruktur yang terdampak. Tim SAR bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian dan bantuan bagi warga yang terdampak.

Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan