Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Kontroversi Grok: Ibu Dari Anak Elon Musk Menuntut Perusahaan AI

LONDON INGGRIS   13 JANUARI CATATAN EDITOR Gambar mengandung kata kata kasar Sebuah poster yang dipasang secara tidak resmi menampilkan Elon Musk dengan slogan Siapa yang mau menggunakan media sosial dengan alat pelecehan anak bawaan dipajang di halte bus pada 13 Januari 2026 di London Inggris Kemarin regulator komunikasi Inggris Ofcom meluncurkan investigasi formal terhadap platform media sosial Elon Musk X terkait chatbot AI nya Grok Penyelidikan tersebut berpusat pada laporan bahwa Grok telah digunakan untuk menghasilkan deepfake seksual tanpa persetujuan termasuk gambar wanita telanjang dan gambar anak anak yang diseksualisasi Kelompok aktivis Everyone Hates Elon telah membuat serangkaian poster dan karya seni publik dalam beberapa bulan terakhir yang mengkritik Elon Musk serta para pemimpin bisnis dan politik lainnya Foto oleh Leon NealGetty Images
LONDON, INGGRIS - 13 JANUARI: (CATATAN EDITOR: Gambar mengandung kata-kata kasar) Sebuah poster yang dipasang secara tidak resmi menampilkan Elon Musk dengan slogan, "Siapa yang mau menggunakan media sosial dengan alat pelecehan anak bawaan?" dipajang di halte bus pada 13 Januari 2026 di London, Inggris. Kemarin, regulator komunikasi Inggris, Ofcom, meluncurkan investigasi formal terhadap platform media sosial Elon Musk, X, terkait chatbot AI-nya, Grok. Penyelidikan tersebut berpusat pada laporan bahwa Grok telah digunakan untuk menghasilkan deepfake seksual tanpa persetujuan, termasuk gambar wanita "telanjang" dan gambar anak-anak yang diseksualisasi. Kelompok aktivis Everyone Hates Elon telah membuat serangkaian poster dan karya seni publik dalam beberapa bulan terakhir yang mengkritik Elon Musk, serta para pemimpin bisnis dan politik lainnya. (Foto oleh Leon Neal/Getty Images)

St. Clair berkata bahwa ia terus menderita sakit emosional dan penghinaan karena peran xAI dalam membuat dan mendistribusikan gambar-gambar yang telah diubah tersebut. Ia juga menyatakan ketakutan terhadap orang-orang yang melihat deepfake dirinya.

Ia tinggal di New York City, di mana gugatan itu diajukan. St. Clair menuntut ganti rugi yang tidak diungkapkan jumlahnya atas dugaan penciptaan tekanan emosional dan klaim lain, serta meminta perintah pengadilan agar xAI segera dilarang membuat deepfake yang melibatkan dirinya.

Pada hari yang sama, xAI memindahkan kasus itu ke pengadilan federal di Manhattan dan mengajukan gugatan balik di pengadilan federal di Texas, menuduh St. Clair melanggar perjanjian pengguna xAI yang mewajibkan sengketa hukum diajukan di pengadilan federal Texas. xAI mencari putusan uang terhadap St. Clair.

Baca juga:  Grab Sebut Mitranya Yang Bertemu Dengan Gibran Di Istana Wakil Presiden

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement