Newestindonesia.co.id, Presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad mengalami pengalaman menegangkan ketika helikopter yang ditumpanginya hampir menghadapi kecelakaan akibat cuaca ekstrem di udara Bali Utara, Kamis (15/1).
Penerbangan yang awalnya berjalan normal berubah drastis saat helikopter yang membawa Raffi, manajernya Prio Bagja Anugrah, dan pengusaha asal Bali Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna memasuki area berkabut tebal disertai angin kencang dalam perjalanan pulang menuju Bandara Ngurah Rai.
Kondisi Mendadak Memburuk di Udara
Dalam video yang dibagikan Raffi melalui akun Instagram @raffinagita1717, terdengar bahwa helikopter sempat oleng dan terbang sangat rendah di atas area persawahan. Kabut tebal secara tiba-tiba menyelimuti jalur penerbangan sehingga jarak pandang pilot sangat terbatas.
“Seketika kabut tebal muncul pada saat perjalanan pulang,” tulis Raffi dalam unggahannya, sambil menyebut bahwa “pilot sempat manuver.”
Rekaman dari warga di bawah memperlihatkan kepanikan orang di tanah saat helikopter kesulitan melawan terpaan angin dan kegelapan kabut yang tampak menyelimuti seluruh area.
Situasi di Dalam Kabin: Tegang dan Pasrah
Manajer Raffi, Prio Bagja Anugrah, menerangkan bahwa momen tersebut sangat menegangkan.
“Dari atas kami pasrah, apalagi melihat warga yang berlarian saat heli sudah mendekat ke area persawahan,” tulis Prio melalui akun @priotralala.
Di tengah situasi ini, Raffi terlihat berusaha menenangkan penumpang lain di kabin, termasuk Ajik Krisna. Ia kemudian membagikan refleksi pribadinya usai insiden:
“Dalam keadaan apa pun, hati kita harus tetap tenang. Doa berjalan, dan Allah yang memegang segalanya.”
Prio juga memuji sikap Raffi yang tetap tenang dan memberi energi positif kepada semua orang di dalam helikopter.
“Terima kasih juga Aa Bos selalu memberikan energi positif dan menenangkan kita semua @raffinagita1717,” tuturnya.
Pengalaman Mencekam Ajik Krisna
Menurut Ajik Krisna, kondisi kabut yang pekat membuat mereka hampir tidak melihat apapun di bawah helikopter.
“Kabut terlalu gelap… bahkan apapun kami enggak lihat. Sama sekali enggak melihat apa di bawah itu, semua itu gelap. Hanya kabut.”
Ia menjelaskan bahwa helikopter sempat berputar di udara selama sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya berhasil keluar dari area berkabut. “Nah waktu itu pilot bilang aman, baik-baik saja. Masih aman,” kata Ajik, sambil memuji kemampuan sang pilot yang dianggap sangat berpengalaman.
Koordinasi Cuaca dan Jadwal Ketat
Sebelum penerbangan, rombongan sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca yang kurang ideal. Namun karena jadwal Raffi yang ketat — harus melanjutkan perjalanan ke Solo pukul 11.00 WITA — maka penerbangan kembali tetap dilakukan meski cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 WITA dengan kondisi mendung dan gerimis.
Insiden ini terjadi saat helikopter kembali dari Bali Utara ke Bandara Ngurah Rai, di mana cuaca ekstrem hampir membuatnya kehilangan keseimbangan dan nyaris menyebabkan kecelakaan.
Akhirnya Selamat dan Tetap Melanjutkan Agenda
Beruntung, helikopter berhasil keluar dari kabut tebal dan kembali ke ketinggian yang aman sebelum melanjutkan penerbangan. Semua penumpang dilaporkan dalam keadaan baik tanpa cedera.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login