Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Tips Bayi Tabung Yang Aman, Apakah Bisa Untuk Umur 40 Ke Atas?

Foto: iStock/Rasi Bhadramani

Newestindonesia.co.id, Program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) kini menjadi solusi populer bagi pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan momongan. Namun, banyak yang bertanya-tanya: apakah program bayi tabung aman untuk wanita usia 40 tahun ke atas? Jawabannya: bisa dan aman, asalkan dilakukan dengan persiapan dan pengawasan medis yang tepat.

Apakah Wanita Usia 40+ Bisa Melakukan Bayi Tabung?

Secara medis, wanita usia 40 tahun ke atas masih memiliki peluang untuk hamil dengan bantuan program bayi tabung, meskipun tingkat keberhasilannya cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Namun, dengan kemajuan teknologi dan pengelolaan kesehatan yang baik, peluang keberhasilan tetap ada.

Menurut data dari berbagai klinik fertilitas, tingkat keberhasilan bayi tabung di usia 40–43 tahun berkisar antara 10–20%. Meski lebih rendah dibanding wanita di bawah usia 35 tahun, angka ini cukup menjanjikan jika proses dilakukan dengan strategi yang tepat.

Tips Aman Menjalani Bayi Tabung di Usia 40 Tahun Ke Atas

Berikut ini adalah beberapa tips penting agar program bayi tabung tetap aman dan berhasil bagi wanita usia 40 tahun ke atas:

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. Konsultasi Awal dengan Dokter Spesialis Fertilitas

Langkah pertama dan terpenting adalah konsultasi menyeluruh dengan dokter spesialis kandungan atau fertilitas. Dokter akan melakukan pemeriksaan hormon, kondisi rahim, dan kesehatan umum untuk menentukan kesiapan tubuh Anda menjalani program IVF.

2. Pilih Klinik Fertilitas yang Terpercaya

Klinik dengan tim medis berpengalaman dan teknologi modern memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Pastikan klinik memiliki reputasi baik, terutama dalam menangani pasien di usia 40+.

3. Perhatikan Kualitas Sel Telur

Di usia 40-an, kualitas dan jumlah sel telur cenderung menurun. Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan penggunaan sel telur donor untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Baca juga:  Kapan Harus Kolonoskopi? Kenali Gejala Dan Manfaatnya

4. Jaga Pola Hidup Sehat

Faktor gaya hidup sangat mempengaruhi keberhasilan bayi tabung. Disarankan untuk:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga ringan
  • Menghindari alkohol, rokok, dan stres berlebihan
  • Menjaga berat badan ideal

5. Lakukan Pemeriksaan Tambahan

Usia 40+ memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes gestasional. Pemeriksaan tambahan seperti USG, tes darah, dan pemantauan ketat sangat penting dilakukan secara rutin.

6. Pertimbangkan Tes PGS/PGT-A

Preimplantation Genetic Testing (PGT-A) adalah pemeriksaan genetik pada embrio sebelum ditanamkan ke rahim. Tes ini membantu memilih embrio dengan kromosom normal, sehingga dapat meningkatkan peluang kehamilan sehat dan mengurangi risiko keguguran.

Kesimpulan

Program bayi tabung tetap bisa dilakukan dengan aman oleh wanita usia 40 tahun ke atas, meskipun memerlukan perhatian dan penanganan lebih serius. Dengan persiapan medis yang tepat, pola hidup sehat, dan dukungan klinik fertilitas yang profesional, kehamilan di usia 40+ bukanlah hal yang mustahil.

Jika Anda dan pasangan sedang mempertimbangkan bayi tabung di usia ini, segeralah konsultasikan ke klinik fertilitas terpercaya agar bisa mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda.

Sumber: Berbagai sumber, Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang ini bisa muncul dalam...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kondisi penglihatan yang umum pada pria dan wanita di seluruh dunia, yaitu buta warna, ternyata bukan sekadar gangguan visual biasa. Dalam studi terbaru,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Di dalam rongga mulut manusia terdapat sebuah jaringan kecil namun memiliki peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu frenulum. Frenulum adalah lipatan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia terus menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Radang amandel atau tonsilitis menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kebiasaan duduk terlalu lama kini semakin umum, terutama pada pekerja kantoran, gamer, sopir, hingga pelajar yang belajar daring berjam-jam. Namun, di balik kenyamanan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, penyakit zoonotik yang memiliki tingkat fatalitas kasus atau...

Advertisement