Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Penyakit Epilepsi: Fakta Medis, Pertolongan Pertama, Dan Terapi Modern

Foto: iStock/boonstudio

Newestindonesia.co.id, Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang ini bisa muncul dalam berbagai bentuk—mulai dari tatapan kosong sesaat hingga kontraksi otot hebat yang menyebabkan penderitanya terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), epilepsi memengaruhi lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia dan menjadi salah satu gangguan neurologis paling umum. Meski sering disalahpahami, epilepsi bukan penyakit menular dan dalam banyak kasus dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.

Penyebab Epilepsi yang Perlu Diketahui

Epilepsi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Cedera otak akibat kecelakaan atau benturan keras
  • Infeksi otak seperti meningitis atau ensefalitis
  • Kelainan bawaan sejak lahir
  • Stroke atau gangguan pembuluh darah otak
  • Tumor otak

Namun, sekitar 50% kasus epilepsi tidak memiliki penyebab yang jelas (idiopatik).

Gejala Umum Epilepsi

Gejala epilepsi berbeda pada setiap orang, tetapi yang paling sering meliputi:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Kejang otot tiba-tiba dan berulang
  • Hilang kesadaran sementara
  • Tatapan kosong (absence seizure)
  • Gerakan tubuh tak terkendali
  • Kebingungan setelah kejang

Jika kejang terjadi lebih dari satu kali tanpa pemicu yang jelas, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Penanganan Saat Kejang Terjadi

Banyak orang masih salah kaprah dalam menolong penderita epilepsi. Berikut langkah yang benar:

Miringkan tubuh untuk menjaga jalan napas
Longgarkan pakaian di leher
Jauhkan dari benda berbahaya
Jangan memasukkan benda ke mulut
Jangan menahan gerakan kejang

Biasanya kejang akan berhenti dalam 1–3 menit. Jika lebih dari 5 menit atau terjadi berulang tanpa sadar penuh, segera cari bantuan medis.

Pengobatan Epilepsi yang Efektif

Epilepsi tidak selalu bisa disembuhkan total, tetapi sekitar 70% penderita dapat hidup normal dengan terapi yang tepat. Metode pengobatan meliputi:

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. Obat Anti Kejang (Antiepilepsi)
Merupakan terapi utama untuk mengontrol aktivitas listrik otak.

Baca juga:  BPOM RI Tegaskan Susu Formula Di Indonesia Aman, Penarikan Hanya Dua Batch

2. Operasi Otak (Kasus Tertentu)
Dilakukan bila sumber kejang terlokalisasi dan tidak responsif terhadap obat.

3. Terapi Pendukung

  • Diet ketogenik (tinggi lemak rendah karbohidrat)
  • Manajemen stres dan tidur cukup

Konsistensi minum obat sangat penting agar kejang tidak kambuh.

Bisakah Epilepsi Disembuhkan?

Sebagian anak-anak dapat “sembuh” seiring bertambahnya usia, sementara orang dewasa biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Yang terpenting, epilepsi bisa dikendalikan, sehingga penderitanya tetap dapat sekolah, bekerja, dan beraktivitas normal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesimpulan

Epilepsi adalah gangguan saraf serius namun bukan akhir dari kualitas hidup. Dengan diagnosis dini, pengobatan rutin, serta pemahaman lingkungan sekitar, penderita epilepsi dapat menjalani hidup produktif tanpa stigma.

Edukasi masyarakat menjadi kunci agar penderita tidak lagi diperlakukan secara keliru atau didiskriminasi.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kondisi penglihatan yang umum pada pria dan wanita di seluruh dunia, yaitu buta warna, ternyata bukan sekadar gangguan visual biasa. Dalam studi terbaru,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Di dalam rongga mulut manusia terdapat sebuah jaringan kecil namun memiliki peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu frenulum. Frenulum adalah lipatan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia terus menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi satu kasus kematian akibat infeksi virus Nipah yang terjadi di Bangladesh pada akhir Januari lalu, meningkatkan perhatian terhadap...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Radang amandel atau tonsilitis menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan,...

Regional

Newestindonesia.co.id – Denpasar, I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, drummer band punk rock Superman Is Dead, kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan komentarnya...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kebiasaan duduk terlalu lama kini semakin umum, terutama pada pekerja kantoran, gamer, sopir, hingga pelajar yang belajar daring berjam-jam. Namun, di balik kenyamanan...

Advertisement