Newestindonesia.co.id, Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita untuk mencapai kepuasan seksual tanpa pasangan. Dalam dunia medis, aktivitas ini sebenarnya dianggap normal dan bahkan bisa memberikan beberapa manfaat, seperti mengurangi stres dan membantu mengenal tubuh sendiri.
Namun, yang menjadi perhatian adalah ketika aktivitas ini dilakukan secara berlebihan atau terlalu sering hingga mengganggu kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial seseorang. Lalu, apa saja dampak keseringan onani? Apakah benar bisa berbahaya? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Onani dan Seberapa Sering Disebut Berlebihan?
Secara medis, tidak ada batasan pasti mengenai seberapa sering seseorang boleh melakukan masturbasi. Hal ini sangat tergantung pada kondisi individu, usia, hormon, serta gaya hidup.
Namun, onani bisa dianggap berlebihan jika:
- Mengganggu aktivitas sehari-hari (kerja, sekolah, atau ibadah)
- Menyebabkan kelelahan fisik
- Mengganggu hubungan sosial atau pasangan
- Menjadi pelarian utama dari stres atau masalah emosional
Jika aktivitas ini sudah mulai mengganggu keseimbangan hidup, maka perlu diwaspadai.
Dampak Keseringan Onani dari Sisi Fisik
1. Kelelahan dan Lemas
Melakukan masturbasi terlalu sering dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah. Hal ini karena tubuh mengeluarkan energi dan hormon tertentu saat orgasme.
Jika dilakukan berulang kali dalam waktu singkat, tubuh bisa mengalami:
- Lemas
- Kurang fokus
- Penurunan energi harian
2. Iritasi atau Cedera pada Organ Intim
Gesekan yang terlalu sering, terutama jika dilakukan tanpa pelumas, bisa menyebabkan:
- Iritasi kulit
- Lecet
- Rasa nyeri pada alat kelamin
Dalam kasus tertentu, bisa juga terjadi pembengkakan ringan.
3. Gangguan Tidur
Beberapa orang menggunakan onani sebagai cara untuk tidur. Namun jika dilakukan terlalu sering, justru bisa mengganggu pola tidur karena:
- Ketergantungan sebelum tidur
- Perubahan hormon dopamin dan serotonin
4. Penurunan Sensitivitas
Terlalu sering melakukan stimulasi pada area genital dapat menyebabkan penurunan sensitivitas. Hal ini bisa berdampak pada:
- Sulit mencapai orgasme saat berhubungan dengan pasangan
- Membutuhkan rangsangan lebih kuat dari biasanya
Dampak Psikologis Keseringan Onani
1. Rasa Bersalah dan Cemas
Dalam beberapa budaya, masturbasi masih dianggap tabu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami:
- Rasa bersalah
- Kecemasan
- Penurunan kepercayaan diri
Terutama jika dilakukan secara berlebihan.
2. Ketergantungan atau Adiksi
Onani bisa menjadi kebiasaan yang sulit dikontrol jika dilakukan sebagai pelarian dari stres. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa berkembang menjadi perilaku kompulsif.
Tanda-tandanya antara lain:
- Tidak bisa berhenti meskipun ingin
- Terus memikirkan aktivitas seksual
- Mengabaikan tanggung jawab
3. Gangguan Fokus dan Produktivitas
Keseringan onani dapat mengganggu konsentrasi, terutama jika pikiran sering terdistraksi oleh dorongan seksual.
Akibatnya:
- Produktivitas menurun
- Sulit fokus dalam pekerjaan atau belajar
Dampak Terhadap Kehidupan Sosial dan Hubungan
1. Menurunnya Minat pada Hubungan Nyata
Jika terlalu sering mendapatkan kepuasan sendiri, seseorang bisa kehilangan minat untuk menjalin hubungan dengan pasangan.
Hal ini dapat menyebabkan:
- Kurangnya keintiman
- Masalah dalam hubungan asmara
2. Isolasi Sosial
Dalam beberapa kasus, seseorang yang kecanduan masturbasi cenderung:
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Lebih memilih menyendiri
Apakah Onani Bisa Menyebabkan Penyakit?
Secara umum, masturbasi tidak menyebabkan penyakit serius seperti:
- Kebutaan
- Impotensi permanen
- Kerusakan organ reproduksi
Namun, jika dilakukan secara ekstrem dan tidak sehat, bisa memicu masalah seperti:
- Infeksi akibat kebersihan yang buruk
- Cedera ringan
- Gangguan psikologis
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan aktivitasnya, tetapi frekuensi dan dampaknya terhadap kehidupan.
Manfaat Onani Jika Dilakukan Secukupnya
Perlu diketahui bahwa masturbasi juga memiliki manfaat jika dilakukan dengan wajar, antara lain:
- Mengurangi stres
- Membantu tidur lebih nyenyak
- Mengenal tubuh sendiri
- Meredakan ketegangan seksual
Kuncinya adalah keseimbangan.
Cara Mengurangi Kebiasaan Onani Berlebihan
Jika Anda merasa terlalu sering melakukannya, berikut beberapa cara yang bisa membantu:
1. Alihkan Energi ke Aktivitas Positif
Lakukan kegiatan seperti:
- Olahraga
- Membaca
- Mengembangkan hobi
2. Hindari Pemicu
Kurangi akses terhadap:
- Konten pornografi
- Situasi yang memicu fantasi seksual berlebihan
3. Atur Jadwal Harian
Kesibukan yang terstruktur dapat membantu mengurangi waktu kosong yang sering menjadi pemicu.
4. Kelola Stres dengan Cara Sehat
Gunakan metode lain seperti:
- Meditasi
- Jalan santai
- Berbicara dengan teman
5. Konsultasi dengan Profesional
Jika sudah terasa sulit dikontrol, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan:
- Psikolog
- Dokter
Kapan Harus Khawatir?
Segera cari bantuan jika:
- Aktivitas ini mengganggu kehidupan sehari-hari
- Menyebabkan cedera fisik
- Disertai perasaan depresi atau kecemasan berlebihan
- Tidak bisa dikendalikan
Kesimpulan
Onani adalah aktivitas normal yang dilakukan banyak orang. Namun, seperti halnya segala sesuatu, jika dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
Kunci utamanya adalah kontrol diri dan keseimbangan. Selama tidak mengganggu kesehatan dan kehidupan sehari-hari, masturbasi masih tergolong aman. Namun, jika sudah berlebihan, penting untuk segera mengambil langkah untuk mengatasinya.
Menjaga pola hidup sehat, menghindari pemicu, serta mencari bantuan profesional jika diperlukan adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
(DAW)
Catatan: Artikel ini hanya ditujukan sebagai edukasi kepada pembaca berumur 21+
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login