Newestindonesia.co.id, Pemerintah terus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pemetaan dan intervensi menyeluruh terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dinilai krusial untuk menghidupkan kembali usaha sekaligus menguatkan sektor ekonomi lokal yang terpukul akibat bencana alam.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pemulihan UMKM pascabencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, pendekatan pemulihan harus terpadu, menghubungkan kembali antara sisi produksi (supply) dan permintaan (demand):
“Pemulihan UMKM pascabencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatannya harus terpadu, menghubungkan kembali sisi produksi atau supply dan sisi permintaan atau demand secara bersamaan.”
Strategi Pemulihan Usaha Terdampak Bencana
Untuk mengaktifkan kembali pelaku UMKM, pemerintah menyiapkan sejumlah skema strategis, di antaranya:
- Restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi UMKM yang memiliki pinjaman di perbankan — mulai dari penundaan pembayaran hingga penghapusan utang bagi usaha dengan kondisi paling berat.
- Tambahan modal kerja (top-up) dengan bunga nol persen pada tahun pertama, serta bunga ringan (2–3%) pada tahun kedua demi mendukung keberlanjutan usaha.
- Bantuan Presiden khusus untuk UMKM ultramikro yang belum terlayani perbankan, berupa dana langsung untuk pembelian peralatan produksi.
Maman menyatakan bahwa dengan skema bantuan ini, UMKM terdampak tidak hanya dapat segera kembali berproduksi, tetapi juga memiliki daya beli yang dapat mendorong keseimbangan antara supply dan demand ekonomi lokal.
Dorong Permintaan lewat Platform Digital
Selain fokus pada sisi produksi, Kementerian UMKM juga mengonsolidasikan seluruh platform e-commerce nasional untuk membuka laman khusus yang menampilkan produk UMKM dari ketiga provinsi terdampak tersebut. Laman ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah belanja, tetapi juga sebagai sarana donasi publik.
“Masyarakat Indonesia dapat membantu tidak hanya melalui donasi, tetapi juga dengan membeli produk saudara-saudara kita di daerah terdampak. Ini adalah wujud nyata gotong royong jangka panjang.”
Pemetaan dan Data Terpadu Hingga Maret 2026
Maman menambahkan bahwa pemulihan UMKM pascabencana merupakan proses berkelanjutan. Hingga Maret 2026, fokus pemerintah diarahkan pada pemetaan dan pendataan komprehensif. Data yang telah tervalidasi akan menjadi dasar intervensi langsung bagi UMKM terdampak guna memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif.
Sinergi Lintas Kementerian
Selain Kementerian UMKM, pemerintah juga melibatkan lintas kementerian dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah pascabencana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebagai Ketua Pelaksana Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera, menekankan pentingnya pemulihan sektor ekonomi dan pangan, termasuk penguatan kembali komoditas unggulan lokal seperti kopi dan cabai.
Sumber: Berbagai Sumber (DAW)




You must be logged in to post a comment Login