Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

Purbaya Bakal Pakai Uang Penertiban Hutan Rp6,6 Triliun Tutupi Defisit APBN

Gunungan Uang Rp 6,6 Triliun Hasil Penertiban Hutan dan Kasus Korupsi/Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Newestindonesia.co.id, Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (PKH) melakukan penyerahan penyelamatan keuangan negara hasil kerja selama 10 bulan. Total penyelamatan keuangan negara diakumulasi menjadi total Rp 6,6 triliun atau tepatnya Rp 6.625.294.190.469,74.

Penyerahan itu dilakukan oleh Satgas PKH diwakili oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden Prabowo Subianto hadir menyaksikan penyerahan tersebut.

Dilansir detikFinance, Kejaksaan Agung mencatat hasil penertiban yang dilakukan hari ini berupa penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH sebesar Rp 2,34 triliun atau tepatnya Rp 2.344.965.750.000 yang berasal dari 20 perusahaan kelapa sawit dan 1 perusahaan tambang nikel.

Kemudian penyerahan uang hasil penyelamatan keuangan negara atas penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan RI sebesar Rp 4,28 triliun atau tepatnya Rp 4.280.328.440.469.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ada juga hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luasan 896.969,143 hektare (ha). Lahan itu sebagian akan dikonservasi kembali oleh Kementerian Kehutanan dan sisanya diberikan ke BPI Danantara untuk digunakan oleh BUMN.

Tumpukan uang penyelamatan keuangan negara yang dipamerkan oleh Kejaksaan Agung. Uang itu berbentuk gunungan Rp 100 ribuan yang ditumpuk bagaikan tembok setinggi sekitar 2 meter.

Lalu mau diapakan uang penyelamatan kerugian negara tersebut oleh Purbaya sebagai bendahara negara?

Tambal Defisit APBN

Usai acara penyerahan, Purbaya mengatakan uang Rp 6,6 triliun itu akan digunakan untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ini bisa juga dipakai ngurangin defisit, atau kita pakai nanti tabungan untuk dibelanjakan tahun depan, tapi utamanya kita lihat defisit kita seperti apa,” ujar Purbaya.

Baca juga:  Bahlil Ungkap Insiden Impor Minyak Dari Singapura, Dua Kargo Sempat Diminta Putar Balik

Purbaya menyinggung defisit APBN bisa mendekati 3%. Dengan tambahan Rp 6,6 triliun dari hasil kerja Satgas PKH defisit APBN bisa ditambal.

“Ini jadi bagus sekali untuk ngurangin defisit. Kalau memang angkanya mepet-mepet ke atas 3%, kita kurangin ke bawah 3%. Dengan tambahan ini saya punya senjata lebih untuk menekan defisit di bawah 3%,” ujar Purbaya.

Eks Bos LPS itu meyakini defisit APBN bakal dijaga tetap di bawah 3%. Angkanya tidak akan jauh-jauh dari yang sudah diumumkan sebelumnya. Sampai 30 November 2025, APBN defisit Rp 560,3 triliun, setara 2,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu target defisit hingga akhir tahun per Laporan Semester I 2025 ditetapkan 2,78%.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mungkin nggak jauh yang kita udah umumkan kemarin-kemarin,” ujar Purbaya.

Dia juga sempat ditanya langsung apakah defisit akan bengkak lebih dari target 2,78%, dia menilai belum bisa menjawab sebab uang keluar masuk pada APBN masih terus berjalan.

“Nanti kita lihat, ini kan uangnya masih masuk terus, pajak juga masih masuk, belanja juga masih keluar, kita masih belum clear seperti apa, tapi yang jelas anggarannya aman,” ujar Purbaya.

Ketika ditanya kembali untuk meyakinkan, Purbaya tetap menjawab tidak tahu. Yang jelas tambahan Rp 6,6 triliun dari Satgas PKH sudah sangat membantu menambal defisit APBN. Dia menegaskan pemerintah akan patuh pada UU APBN bahwa defisit mesti dijaga di bawah 3%.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Nggak tahu, kita lihat. Ini kan ada tambahan nih. Kalau nggak ada ini mungkin udah mepet ke sana, tapi kita lihat seperti apa nanti. Tapi yang jelas kita nggak akan melanggar undang-undang,” papar Purbaya.

Baca juga:  Sido Muncul Bakal Bagikan Dividen Interim Senilai Rp647 Miliar

Editor: DAW

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada awal perdagangan pekan ini. Setelah melewati libur panjang, pasar saham Indonesia dibuka dengan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif, penerimaan hasil pajak, serta lahan kawasan hutan hasil penguasaan kembali negara di Kompleks...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah bergerak melemah hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga emas Antam pada Rabu, 13 Mei 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat dan investor. Logam mulia masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Investasi kini semakin mudah dilakukan seiring perkembangan teknologi digital. Jika dulu investasi identik dengan proses rumit dan membutuhkan modal besar, saat ini masyarakat...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan perlindungan sosial, serta percepatan pengentasan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Memasuki usia 31 tahun ke atas menjadi fase kehidupan yang cukup penting bagi banyak orang. Pada usia ini, sebagian besar individu mulai menghadapi...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam laporan periodik tahun...

Advertisement