Newestindonesia.co.id, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia) bersama pemerintah menyiapkan 15.000 unit hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap krisis pascabencana yang terjadi akhir 2025 lalu.
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan target penyelesaian pembangunan seluruh hunian dalam waktu tiga bulan mendatang.
“Dalam waktu 3 bulan ke depan kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah,” ujar Rosan saat Rapat Koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Rincian Distribusi Hunian
Menurut keterangan resmi Rosan, 15.000 unit hunian sementara akan dibangun di tiga provinsi dengan distribusi:
- Aceh: ±12.000 unit
- Sumatera Utara: ±2.000 unit di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah
- Sumatera Barat: ±500 unit
Rencana ini dirancang agar warga terdampak dapat memiliki tempat tinggal layak sambil menunggu rumah tetap dibangun.
Pembangunan dan Tenaga Kerja
Proyek ini telah dimulai sejak akhir Desember 2025 di lahan milik PTPN di Aceh Tamiang, dengan lebih dari 1.600 pekerja yang bekerja selama 24 jam penuh untuk mempercepat pembangunan.
Setiap unit hunian dirancang dengan ukuran sekitar 22 meter persegi (±4,5 x 4,5 meter), menyediakan ruang hidup minimal namun layak bagi keluarga korban bencana.
Penyerahan Tahap Awal
Sebanyak 600 unit hunian sementara telah selesai dibangun dan akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah setempat pada 8 Januari 2026. Hunian ini nantinya akan langsung ditempati warga terdampak.
Dukungan Lintas Sektor
Program ini juga mendapat dukungan dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk partisipasi PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang menyumbang ±120 unit dari 600 unit awal. Fasilitas dasar seperti taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, fasilitas umum, serta kamar mandi telah disiapkan dalam kompleks hunian untuk menunjang kebutuhan warga.
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan huntara ini dan mendorong koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan target dapat tercapai sesuai rencana.
“Kita harus memastikan semua sumber daya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Presiden dalam pertemuan yang digelar di lokasi pembangunan.
Dampak Sosial dan Pemulihan
Langkah cepat penyediaan hunian ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Hunian sementara Dirancang sebagai tempat tinggal layak yang aman dan nyaman selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan BUMN, program hunian ini diharapkan memberikan solusi nyata dan mendesak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025 di Sumatera.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login