Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

Airlangga Bongkar Perlakuan Khusus AS ke Indonesia Soal Tarif, Ini Yang Tak Banyak Diketahui Publik

Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Newestindonesia.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia akan menerima perlakuan khusus dari Amerika Serikat (AS) apabila terjadi perubahan kebijakan tarif perdagangan global yang diberlakukan oleh pemerintahan Washington. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers di AS, Minggu (22/2/2026).

Hal ini disampaikan Airlangga menyusul perubahan kebijakan tarif global oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang dikabarkan menaikkan tarif umum menjadi 15% setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal sebelumnya.

Menurut Airlangga, pihaknya telah berkoordinasi dengan United States Trade Representative (USTR) untuk memastikan bahwa negara-negara yang sudah memiliki kesepakatan tarif resiprokal seperti Indonesia akan tetap mendapat pembedaan aturan dibanding negara lain.

“Kami sudah berkoordinasi dengan USTR dan mereka mengatakan akan ada keputusan kabinet mereka terhadap mereka yang sudah menandatangani perjanjian,” ujar Airlangga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Airlangga berpandangan bahwa karena Indonesia telah meneken perjanjian tarif resiprokal, maka kebijakan tarif global yang diberlakukan tidak akan otomatis sama dengan negara lainnya. Hal ini menurutnya penting untuk menjaga kepastian bagi eksportir Indonesia.

“Akan ada pembedaan karena beberapa negara yang sudah (meneken kesepakatan tarif resiprokal), itu akan diberikan kebijakan yang tidak sama secara global,” lanjutnya.

Permintaan Tarif 0% Tetap Dipertahankan

Menteri Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia hanya meminta satu hal jika ada perubahan lanjutan dalam kebijakan tarif di AS: fasilitas tarif 0% untuk komoditas tertentu yang sudah disepakati tidak boleh dibatalkan, seperti komoditas pertanian (kopi, kakao, minyak sawit), tekstil, elektronik, dan produk terlindungi lain.

“Kalau yang lain semua berlaku 10%, tetapi yang sudah diberikan 0% itu kita minta tetap. Karena itu sebagian sudah ada yang untuk agriculture dalam bentuk executive order yang berbeda. Jadi itu tidak dibatalkan lagi.”

Advertisement. Scroll to continue reading.

Airlangga menambahkan bahwa beberapa produk Indonesia sudah mendapatkan pengecualian tarif, termasuk untuk rantai pasok elektronik, CPO, tekstil, dan alas kaki. Permintaan pemerintah RI adalah agar fasilitas tersebut tetap berlaku meski ada perubahan tarif umum global yang diterapkan oleh AS.

Baca juga:  Dilantik Jadi Menkeu, Purbaya: Tiga Bulan Dari Sekarang, Indonesia Cerah

Konteks Perkembangan Perdagangan RI-AS

Perkembangan ini terjadi di tengah perubahan besar dalam kebijakan tarif global oleh AS. Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat baru-baru ini membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya telah membuka jalan bagi tarif impor khusus bagi beberapa mitra dagang. Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap menghadapi semua kemungkinan terkait perubahan ini dan akan terus memantau situasi ekonomi global.

Sebelumnya pada 19 Februari 2026, Indonesia dan AS telah menandatangani kesepakatan perdagangan yang menurunkan tarif impor AS atas barang Indonesia dari 32% menjadi 19%, sekaligus mengecualikan sejumlah komoditas utama seperti minyak sawit, kopi, dan cokelat dari tarif. Kesepakatan tersebut juga akan memperkuat akses pasar kedua negara hingga miliaran dolar AS.

Airlangga menyatakan bahwa perjanjian ini tetap berlaku meskipun ada dinamika kebijakan tarif baru di AS. Dia berharap bahwa fasilitas yang telah diraih akan terus diakui oleh otoritas AS, termasuk tarif khusus untuk ekspor Indonesia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesimpulan

Perubahan dinamika tarif global oleh pemerintahan AS tidak serta-merta menghapuskan hasil negosiasi perdagangan yang telah dicapai Indonesia. Melalui koordinasi intensif dengan USTR, pemerintah Indonesia berharap perlakuan khusus akan diberikan, terutama bagi negara yang sudah menandatangani kesepakatan tarif resiprokal seperti Indonesia, dan bahwa tarif 0% untuk komoditas unggulan RI tetap dipertahankan.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), tewas dalam...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kabar baik bagi para profesional di bidang data dan teknologi informasi. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka kesempatan karier bagi...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menjelang akhir pekan dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Perum Bulog bakal memiliki fasilitas gudang beras di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketersediaan logistik pangan bagi jemaah...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengambil langkah tegas baru dalam penagihan pajak dengan mulai memblokir dan menyita saham milik wajib pajak yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada Januari 2026 mencatatkan defisit Rp 54,6 triliun. Realisasi itu merupakan posisi tercatat per 31 Januari...

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah membahas revisi Undang-Undang Penyiaran dengan salah satu arah kebijakan yang menuai sorotan tajam, yakni rencana memperluas...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat penguatan pada perdagangan pagi ini, Senin 23 Februari 2026. Emas batangan Antam ukuran 24...

Advertisement