Newestindonesia.co.id – AS, Pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan Selasa dengan kenaikan tipis, tetapi angka itu menyembunyikan gejolak besar di balik layar akibat kekhawatiran atas dampak teknologi artificial intelligence (AI) dan kondisi ekonomi yang belum stabil.
Dilansir melalui Associated Press, Indeks utama benchmark menunjukkan tren positif, namun pedagang masih mencatat sejumlah sinyal ketidakpastian dari sektor konsumen hingga teknologi.
Pergerakan Indeks
- S&P 500 naik 0,1%, setelah sempat bergerak dari gain 0,5% ke minus hampir 1%.
- Dow Jones Industrial Average menambahkan 32 poin (0,1%).
- Nasdaq Composite juga naik 0,1%.
Kenaikan ini mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi, di mana sebagian saham menunjukkan kekuatan sementara yang lain mengalami tekanan jual signifikan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pasar
1. Sentimen Konsumen Lesu
Perusahaan barang konsumen seperti General Mills tertekan setelah memangkas perkiraan keuntungan karena permintaan pelanggan yang melemah. Sahamnya turun 7%, menunjukkan keprihatinan atas daya beli konsumen AS.
2. Demam dan Risiko AI
Investor terlihat semakin cermat menilai sejauh mana AI akan mengubah lanskap bisnis:
- Beberapa perusahaan teknologi besar justru mencatat sell-off tajam karena dianggap kurang siap bersaing dalam era AI.
- Konflik internal terjadi di antara saham Big Tech — sementara beberapa aksi jual memukul saham strategis, indeks utama tetap dekat ke level tertinggi.
Analis pasar Sameer Samana dari Wells Fargo Investment Institute menilai, “Pasar membutuhkan perusahaan teknologi besar untuk menstabilkan, dan kita harus melihat perilaku investor yang kurang reaktif terhadap fluktuasi semata.”
Chris Larkin, Managing Director di E-Trade dari Morgan Stanley, menambahkan bahwa meskipun indeks mendekati rekor, “banyak investor merasakan tekanan karena penurunan mendadak yang sering mematahkan momentum kenaikan.”
Tekanan dari Inflasi & Ketidakpastian Ekonomi
Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa inflasi masih berada di level yang lebih tinggi daripada target optimal The Fed, memperpanjang kekhawatiran tentang daya beli dan biaya hidup konsumen. Hal ini turut memengaruhi sentimen investor dan memicu risk-off di berbagai sektor pasar.
Selain itu, survei oleh Bank of America mencatat persentase tertinggi manajer dana yang percaya perusahaan menginvestasikan terlalu banyak modal ke unit AI, yang berpotensi memicu retrenchment jika hasil profitabilitas tidak sejalan dengan ekspektasi.
Gambaran Global
Pergerakan pasar internasional juga mencerminkan dinamika ini:
- Indeks berjangka saham Eropa menguat, mengikuti reli tipis di Wall Street.
- Pasar Asia cenderung tenang atau menurun, dengan beberapa bursa utama tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
- Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4%, dipengaruhi data ekonomi lokal yang lemah serta penurunan saham SoftBank.
Pasar saham AS tetap berada dalam fase yang penuh tantangan, dengan teknologi dan berita ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi arah indeks. Meskipun headline menunjukkan kenaikan moderat, pergerakan volatilitas yang tajam mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan inflasi, adaptasi AI, dan kepercayaan konsumen yang belum kuat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login