Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Bisnis

Wall Street Naik Tipis Di Tengah Volatilitas AI & Kekhawatiran Inflasi

Lantai Bursa Saham New York, Jumat, 13 Februari 2026, di New York. (AP Photo/Richard Drew)

Newestindonesia.co.id – AS, Pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan Selasa dengan kenaikan tipis, tetapi angka itu menyembunyikan gejolak besar di balik layar akibat kekhawatiran atas dampak teknologi artificial intelligence (AI) dan kondisi ekonomi yang belum stabil.

Dilansir melalui Associated Press, Indeks utama benchmark menunjukkan tren positif, namun pedagang masih mencatat sejumlah sinyal ketidakpastian dari sektor konsumen hingga teknologi.

Pergerakan Indeks

  • S&P 500 naik 0,1%, setelah sempat bergerak dari gain 0,5% ke minus hampir 1%.
  • Dow Jones Industrial Average menambahkan 32 poin (0,1%).
  • Nasdaq Composite juga naik 0,1%.

Kenaikan ini mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi, di mana sebagian saham menunjukkan kekuatan sementara yang lain mengalami tekanan jual signifikan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pasar

1. Sentimen Konsumen Lesu

Perusahaan barang konsumen seperti General Mills tertekan setelah memangkas perkiraan keuntungan karena permintaan pelanggan yang melemah. Sahamnya turun 7%, menunjukkan keprihatinan atas daya beli konsumen AS.

2. Demam dan Risiko AI

Investor terlihat semakin cermat menilai sejauh mana AI akan mengubah lanskap bisnis:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Beberapa perusahaan teknologi besar justru mencatat sell-off tajam karena dianggap kurang siap bersaing dalam era AI.
  • Konflik internal terjadi di antara saham Big Tech — sementara beberapa aksi jual memukul saham strategis, indeks utama tetap dekat ke level tertinggi.

Analis pasar Sameer Samana dari Wells Fargo Investment Institute menilai, “Pasar membutuhkan perusahaan teknologi besar untuk menstabilkan, dan kita harus melihat perilaku investor yang kurang reaktif terhadap fluktuasi semata.”

Chris Larkin, Managing Director di E-Trade dari Morgan Stanley, menambahkan bahwa meskipun indeks mendekati rekor, “banyak investor merasakan tekanan karena penurunan mendadak yang sering mematahkan momentum kenaikan.”

Baca juga:  Indonesia Lanjutkan Pembahasan Pembelian 50 Pesawat Boeing Sebagai Bagian Kesepakatan Dagang RI–AS

Tekanan dari Inflasi & Ketidakpastian Ekonomi

Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa inflasi masih berada di level yang lebih tinggi daripada target optimal The Fed, memperpanjang kekhawatiran tentang daya beli dan biaya hidup konsumen. Hal ini turut memengaruhi sentimen investor dan memicu risk-off di berbagai sektor pasar.

Selain itu, survei oleh Bank of America mencatat persentase tertinggi manajer dana yang percaya perusahaan menginvestasikan terlalu banyak modal ke unit AI, yang berpotensi memicu retrenchment jika hasil profitabilitas tidak sejalan dengan ekspektasi.

Gambaran Global

Pergerakan pasar internasional juga mencerminkan dinamika ini:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Indeks berjangka saham Eropa menguat, mengikuti reli tipis di Wall Street.
  • Pasar Asia cenderung tenang atau menurun, dengan beberapa bursa utama tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
  • Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4%, dipengaruhi data ekonomi lokal yang lemah serta penurunan saham SoftBank.

Pasar saham AS tetap berada dalam fase yang penuh tantangan, dengan teknologi dan berita ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi arah indeks. Meskipun headline menunjukkan kenaikan moderat, pergerakan volatilitas yang tajam mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan inflasi, adaptasi AI, dan kepercayaan konsumen yang belum kuat.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Meta Platforms Inc., perusahaan induk dari Facebook, setuju untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) buatan Advanced Micro Devices (AMD) dalam kesepakatan multi-tahun yang...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), tewas dalam...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Emirat Arab melalui Kementerian Pendidikan menerbitkan pedoman baru yang mengatur secara ketat penggunaan artificial intelligence (AI) generatif di lingkungan sekolah. Hal ini...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kabar baik bagi para profesional di bidang data dan teknologi informasi. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka kesempatan karier bagi...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengambil langkah tegas baru dalam penagihan pajak dengan mulai memblokir dan menyita saham milik wajib pajak yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada Januari 2026 mencatatkan defisit Rp 54,6 triliun. Realisasi itu merupakan posisi tercatat per 31 Januari...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Konglomerat Indonesia, Mochtar Riady, melalui unit bisnisnya bersiap melakukan langkah besar di pasar real estate internasional dengan mempertimbangkan penjualan salah satu gedung pencakar...

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah membahas revisi Undang-Undang Penyiaran dengan salah satu arah kebijakan yang menuai sorotan tajam, yakni rencana memperluas...

Advertisement