Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang memperlihatkan dua oknum pegawai bermesraan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus mendadak viral dan memicu kehebohan publik.
Rekaman closed-circuit television (CCTV) berdurasi sekitar 50 detik itu beredar luas di media sosial sejak Sabtu (3/1), terutama setelah dibagikan oleh akun TikTok @ketutdewi_99. Dalam tayangan tersebut, tampak sepasang pegawai berada di ruang tertutup dan menunjukkan perilaku yang dinilai tidak pantas serta melanggar norma etika di fasilitas pelayanan publik.
Dalam narasi unggahan itu, disebutkan bahwa aksi mesum yang terekam CCTV itu diduga dilakukan oleh seorang pegawai BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang bertugas di bagian pemulasaran jenazah. Posting tersebut mencuitkan kecaman keras terhadap tindakan yang dianggap “melanggar etika, moral, norma, agama dan nilai kemanusiaan”.
“Stop perilaku amoral di lingkungan pelayanan publik dugaan aksi tidak senonoh oknum pegawai BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus,” demikian kutipan narasi yang tertulis dalam caption unggahan viral itu.
Unggahan yang Viral dan Respons Publik
Video yang diduga berasal dari rekaman CCTV rumah sakit ini memperlihatkan seorang pria dan seorang perempuan berseragam putih yang sedang berpelukan dan berciuman di sebuah ruangan, tanpa kejelasan latar belakang peristiwa maupun identitas kedua orang tersebut.
Tangkap layar video itu disertai kecaman tajam yang mengecam perilaku tersebut sebagai tindakan yang mencederai nilai moral dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam pelayanan publik.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai asal atau waktu pasti perekaman video tersebut, namun menurut laporan media lokal, unggahan video viral itu telah ditonton ribuan kali dan banyak dibagikan netizen sebelum kolom komentar dinonaktifkan oleh pengunggahnya.
Tanggapan Pihak Manajemen RSUD
Menanggapi kepulan pro dan kontra di publik, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, menyatakan pihak manajemen sangat merespons serius penyebaran video tersebut dan siap mengusutnya secara internal. Ia menegaskan bahwa rumah sakit belum memastikan apakah oknum yang tampil di video benar merupakan pegawai institusi mereka.
“Besok kita mau rapatkan,” ujar Abdul Hakam saat dikonfirmasi melalui grup WhatsApp wartawan di Kudus, menyatakan rencana rapat internal pada Senin (5/1) untuk membahas langkah penanganan, Seperti dikutip melalui detikJateng.
Ia juga menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah sambil berharap publik menunggu hasil penyelidikan manajemen rumah sakit sebelum menarik kesimpulan.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login