Newestindonesia.co.id, Sebuah video pernikahan seorang pria lanjut usia berusia sekitar 70 tahun dengan seorang perempuan berstatus janda berusia sekitar 40 tahun menjadi viral di media sosial. Video yang memperlihatkan prosesi ijab kabul ini ramai diperbincangkan karena momen unik dan lokasi pelaksanaan yang tidak biasa.
Prosesi ijab kabul yang terekam itu sempat diwarnai dengan tingkah mempelai pria yang hendak memeluk dan mencium sang mempelai wanita sebelum saksi mengucapkan akad sah. Aksi tersebut membuat kerabat yang hadir tertawa.
Mahar yang diserahkan oleh sang kakek pun menuai perhatian: ia memberikan seperangkat alat salat dan sebuah Al-Qur’an kepada mempelai perempuan. Kerabat yang hadir sempat meminta kakek tersebut untuk mencium kening sang istri, yang kembali menjadi momen mengundang tawa.
Kawin Lari karena Tidak Direstui Keluarga
Kepala Desa Padesa, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Saipuddin, membenarkan kejadian pernikahan tersebut. Ia mengatakan kedua mempelai sebenarnya berasal dari Desa Sapukur, Kecamatan Lantung, namun memilih menikah di Desa Padesa, tepatnya di rumah salah satu kerabat.
“Peristiwanya Selasa (20/1) kemarin malam. Mereka warga Desa Sapukur, tapi lokasi mereka menikah di Desa Padesa,” ujar Saipuddin saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026) seperti dikutip detikBali.
Menurut Saipuddin, pasangan tersebut menjalani pernikahan secara kawin lari karena tidak mendapatkan restu dari pihak keluarga mempelai perempuan. Penolakan keluarga itu dilatarbelakangi oleh perbedaan usia yang cukup jauh antara kedua mempelai.
“Pasangan kawin lari. Mereka datang menikah di Desa Padesa karena ditolak dan tak direstui oleh keluarga mempelai perempuan,” jelasnya.
Meskipun demikian, Saipuddin memastikan bahwa pernikahan tersebut telah resmi dan sah secara hukum agama dan adat setempat. Mempelai pria bernama Mustafa berstatus duda, sedangkan mempelai perempuan berstatus janda.
“Resmi dan sah sebagai pasutri. Usia mempelai laki sekitar 70 tahun. Sementara yang perempuan sekitar 40 tahun,” tutur Saipuddin.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login