Metode dan Proses Identifikasi
Menurut Brigjen Sumy Hastry Purwanti, Kepala Biro Labdokkes Pusdokkes Polri, proses identifikasi jenazah korban dilakukan secara bertahap melalui berbagai metode, dimulai dari pemeriksaan antemortem dan postmortem, sidik jari, serta bila diperlukan pemeriksaan DNA untuk memastikan kecocokan dengan data keluarga korban.
“Kami sudah mengumpulkan data antemortem, yaitu data sebelum mereka meninggal dunia, termasuk sidik jari sampai sampel DNA dari seluruh keluarga korban yang kami ambil,” ujarnya.
Hastry menambahkan bahwa apabila proses pemeriksaan sidik jari atau gigi sulit dilakukan karena kondisi jenazah, DVI akan melanjutkan pemeriksaan menggunakan DNA untuk memastikan identitas dengan akurat.
Target Waktu Identifikasi
Kapolda Sulsel menyebutkan bahwa tim DVI menargetkan proses identifikasi terhadap tujuh jenazah tersisa dan satu kantong berisi potongan tulang dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu dengan dukungan data antemortem yang telah terkumpul.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Saat ini, fokus operasional dilanjutkan untuk mendukung proses identifikasi dan investigasi penyebab kecelakaan.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login