Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pemerintah pusat lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mentransformasi kawasan padat penduduk di Menteng, Jakarta Pusat menjadi destinasi wisata kuliner kota yang dinamai Kampung Kuliner Menteng Tenggulung.
Langkah ini melibatkan renovasi 52 unit rumah dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan tanpa menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Program itu disampaikan langsung Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) dalam pertemuan dengan warga dan jajaran terkait di Menteng pada Rabu (28/1). Ara menjelaskan bahwa seluruh renovasi akan dilakukan melalui skema gotong royong dengan total dana mencapai Rp5,2 miliar — termasuk kontribusi pribadi dan jajaran kementerian tanpa membebani anggaran negara.
“Nanti kita sudah ada Rp5,2 miliar. Itu tanpa APBN, nggak pakai uang negara, semua gotong royong. Ibu Sri (Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati) kemarin jumlah berapa? Rp10 juta. Kepala BPS (Amalia Adininggar Widyasanti)? Rp10 juta, saya (Maruarar Sirait) berapa? Rp200 juta,” ujar Ara.
Skema Renovasi & Pemberdayaan UMKM
Dari total 52 rumah yang akan diperbaiki, sebagian sudah dikerjakan, sementara 23 unit direncanakan menjadi lapak usaha kuliner dengan pendekatan usaha mikro. Ara mengatakan bahwa program ini tak hanya sekadar mempercantik rumah dan lingkungan, tetapi juga menjadi wahana pemberdayaan ekonomi lokal.
Sebagai bagian dari pemberdayaan, warga yang membuka usaha warung makanan akan dibina oleh sejumlah lembaga perbankan — baik bank negara maupun swasta, seperti:
- Nobu Bank
- hiBank
- BCA
- CIMB Niaga
- BTN
- Bank Jago
- Bank Artha Graha Internasional
…dan lainnya.
Ara menjelaskan bahwa pembinaan akan menjangkau sekitar 2–3 UMKM per bank, dengan total sekitar 23 UMKM yang siap beroperasi di kawasan ini.
Menu kuliner yang disajikan beragam, mencakup kuliner tradisional dan yang sudah familiar di lidah masyarakat luas, seperti:
- Gorengan
- Makanan kecil
- Nasi uduk
- Kopi
- Indomie
- Sate
- Seblak
- Lontong
…dan lauk pauk lainnya dengan harga terjangkau.
Penataan Lingkungan & Peran Arsitek
Selain renovasi rumah dan peluncuran usaha kuliner, pemerintah bersama Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan penataan fasilitas umum (fasum) di sekitar kawasan. Ini mencakup pembenahan:
- Saluran air
- Drainase
- Tempat sampah
- Lahan parkir
- Kondisi jalan
…untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan pelaku usaha.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, menjelaskan bahwa setiap rumah yang direnovasi akan didesain ulang oleh berbagai arsitek secara gratis melalui kegiatan Lembaga Bantuan Arsitektur (LBA).
“Kita ditargetkan pak Menteri, setelah Lebaran pembangunan fisiknya. Mungkin sekitar 4 bulan bisa selesai,” ujar Teguh.
Program Kampung Kuliner ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah memperbaiki kawasan padat dan kumuh tanpa membebani APBN, sebelumnya juga pernah dijalankan dalam bentuk renovasi rumah lewat gotong royong dan kerjasama CSR (corporate social responsibility).
Harapan Dampak Program
Ara optimistis bahwa transformasi Menteng menjadi kawasan kuliner akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan ruang publik baru yang menarik untuk warga Jakarta dan wisatawan.
“Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah. Kita data mana rumah-rumah yang punya usaha. Nanti kita ingin dress up daerah itu menjadi tempat kuliner … Jadi alurnya bagaimana. Nanti sungai-sungainya dibikin rapi,” jelasnya.
Pembenahan kawasan padat seperti Menteng juga sejalan dengan rencana pemerintah sebelumnya yang mendorong transformasi kawasan tematik termasuk kampung kuliner sebagai strategi revitalisasi lingkungan permukiman dan urban branding.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login