Newestindonesia.co.id – Jateng, Penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah akhirnya terungkap. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E-coli) dalam dua komponen menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para pelajar beberapa hari lalu.
Temuan tersebut disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menunggu pemeriksaan mikrobiologi terhadap sampel makanan. Kepala BGN belum memberikan pernyataan langsung, namun hasil resmi uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah dibenarkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.
“Untuk pemeriksaan sampel mikrobiologi sudah keluar,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, S.K.M, M.M pada Sabtu (7/2/2026) kepada wartawan melalui pesan singkat, dikutip melalui Liputan6. Dia menjelaskan bahwa sampel yang diperiksa meliputi kuah soto, daging ayam suwir, sambal, dan tempe goreng.
Lebih lanjut Nuryanto menegaskan bahwa dari seluruh komponen tersebut, kuah soto dan sambal menunjukkan hasil positif mengandung bakteri E-coli. Temuan ini dipandang sebagai faktor utama terjadinya gangguan pencernaan yang dialami para siswa setelah menyantap menu MBG pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu.
Bakteri E-coli biasanya hidup di dalam usus manusia dan sebagian besar strain umumnya tidak berbahaya. Namun beberapa jenis E-coli dapat menghasilkan racun yang memicu diare parah serta gangguan pencernaan lainnya.
Para siswa yang mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing, dan diare, langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan. Ratusan di antaranya dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus, termasuk RSUD Loekmonohadi, RS Sarkies, dan rumah sakit swasta lainnya.
Selain mengonfirmasi hasil uji laboratorium, Nuryanto mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu salinan resmi laporan hasil laboratorium dan hasil uji kandungan kimia dari bakteri E-coli pada menu MBG yang terkontaminasi.
Penyelenggara MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 2, yang memasok makanan ke SMAN 2 Kudus, telah diberhentikan sementara operasionalnya. Langkah ini dilakukan sambil menunggu evaluasi lebih lanjut dari BGN sebagai otoritas program di tingkat nasional.
Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menimpa ratusan pelajar di sekolah negeri di Kudus. Insiden serupa juga pernah terjadi di beberapa daerah lain, memicu evaluasi terhadap sanitasi dapur dan standar keamanan pangan penyelenggara MBG di berbagai wilayah Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login