Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Macet Panjang, Ribuan Pengunjung Tinggalkan Tempat Wisata Ragunan

Lalu lintas di sekitar Ragunan macet usia bubaran pengunjung (Foto: Rumondang Naibaho/detikcom)

Newestindonesia.co.id, Ribuan pengunjung yang meninggalkan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) sore ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata itu macet panjang. Pantauan media menunjukkan kepadatan kendaraan di sejumlah titik utama usai jam tutup operasional pada libur Tahun Baru.

Wisata keluarga favorit di Jakarta Selatan ini resmi tutup sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat itu, banyak pengunjung yang keluar secara bersamaan baik dengan kendaraan maupun berjalan kaki. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan di akses keluar-masuk kawasan Ragunan.

Titik Kemacetan

  • Depan Pintu Utama Ragunan: antrean panjang kendaraan menunggu giliran keluar. Beberapa mobil bahkan mencoba melakukan putar balik menuju Jalan Saco karena tak kunjung bergerak.
  • Jalan Harsono RM: kemacetan mengular hingga lampu merah Departemen Pertanian.
  • Arus dari arah Jagakarsa juga padat hingga mencapai kawasan Kantor DPP Partai Gerindra.
  • Jl. Saco (pintu barat Ragunan) dipenuhi mobil dan sepeda motor yang bergerak dengan kecepatan sangat rendah, dengan klakson terdengar terus menerus.

Petugas Atur Lalu Lintas

Sejumlah personel polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat siaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Semua pintu Ragunan dibuka sebagai akses keluar agar mengurangi tekanan kendaraan yang ingin pulang.

Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengatakan:

“Kalau bubaran, nanti Pintu Timur, Pintu Selatan, Pintu Utama, Pintu Barat buka semua,” dikutip melalui detikNews.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lonjakan Pengunjung

Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung hari ini jauh melebihi prediksi awal pihak pengelola.

“Hari ini kita prediksikan tanggal 1 (Januari 2026) itu 80–100 ribu (pengunjung), tapi faktanya 113.000 ya. Artinya lebih dari apa yang kita perkirakan,” ujar Wahyudi.

Baca juga:  Viral Lapangan Golf Di Pondok Indah Digeruduk Massa, Ternyata Tanah Ahli Waris Belum Dibayar

Jumlah 113 ribu wisatawan yang tercatat merupakan angka tertinggi selama libur tahun baru kali ini, menunjukkan ragamnya antusias masyarakat berwisata setelah masa libur panjang.

Dampak Lalu Lintas

Kemacetan yang terjadi di sekitar Ragunan bukan kejadian pertama, tetapi sering muncul ketika volume pengunjung sangat tinggi pada akhir pekan atau libur panjang. Menurut laporan lokal sebelumnya, kemacetan juga sempat terjadi pada akhir Desember 2025 ketika jalur menuju Ragunan dipadati pengunjung yang hendak memasuki lokasi wisata. Petugas gabungan bahkan sampai diterjunkan untuk mengatur arus sejak pagi hari.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saran Transportasi

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di area wisata, pakar transportasi dan otoritas setempat sering menganjurkan pengunjung menggunakan angkutan umum seperti TransJakarta atau bus massal saat berkunjung ke lokasi-lokasi ramai. Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada ruas jalan yang sempit di sekitar Ragunan.

Editor: DAW

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement