Newestindonesia.co.id, Sebuah bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah RW 1 Desa Sempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Jumat sore (2/1/2026). Peristiwa itu mengakibatkan empat warga masih tertimbun material longsor, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri setelah longsoran terjadi di permukiman perbukitan setempat.
Dilansir melalui Republika, Menurut pernyataan Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi korban.
“Betul longsor, tertimbun enam orang. Dua selamat, empat masih tertimbun,” ujarnya di lokasi kejadian.
Pihak BPBD mengkonfirmasi bahwa empat warga masih dalam pencarian aktif, dengan tim SAR gabungan menggunakan peralatan manual dan berat untuk menyingkirkan material longsor. Upaya ini terhambat oleh kondisi cuaca yang masih hujan deras di sekitar lokasi kejadian.
Cuaca Ekstrem dan Musim Hujan
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, mengatakan hujan deras masih mengguyur wilayah itu pada saat kejadian. Kondisi basah dari hujan intens meningkatkan risiko tanah bergerak dan longsor, terutama pada tanah miring yang sudah jenuh air.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, memperkirakan bahwa beberapa hari ke depan cuaca di Jawa Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Menurutnya, “Jawa Barat kini sudah memasuki musim hujan dengan puncak bervariasi antara November hingga Maret”.
Sumedang, Wilayah Rawan Longsor
Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan topografi perbukitan dan lereng curam. Kondisi tanah dan curah hujan tinggi selama musim hujan menjadikan daerah ini rentan terhadap longsor. Penelitian geoscience menunjukkan bahwa beberapa wilayah Sumedang termasuk Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor tergolong rawan longsor akibat kombinasi struktur geologi, jenis tanah, dan curah hujan tinggi.
Sejarah bencana tanah longsor di Sumedang juga pernah mencatat kejadian tragis pada tahun 2021 di Cimanggung, di mana hujan deras memicu tanah longsor besar yang menyebabkan puluhan korban jiwa.
Upaya Penanganan Darurat
Tim BPBD bersama unsur TNI/Polri dan relawan berkoordinasi dalam proses evakuasi, namun intensitas hujan tinggi terus menjadi tantangan utama di lapangan. Bersamaan dengan evakuasi, mereka juga melakukan evaluasi terhadap kondisi tanah dan risiko longsor susulan, untuk memastikan keselamatan warga lain di sekitar kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi, terutama mereka yang tinggal di kaki dan lereng bukit, serta mengikuti arahan dari petugas terkait potensi bencana susulan.
Peringatan dan Pencegahan
Selain respons darurat, ahli kebencanaan menghimbau perlunya pemetaan daerah rawan longsor dan sistem peringatan dini sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Program edukasi mitigasi bencana dan pemantauan cuaca perlu diperkuat untuk memberi waktu cukup kepada warga jika terjadi peningkatan risiko bencana.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login