Pada pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan mengidentifikasi serpihan pesawat berupa jendela sebagai indikasi awal lokasi kecelakaan. Tiga menit kemudian, ditemukan pecahan besar yang diduga merupakan badan pesawat dan bagian ekor.
Basarnas kemudian mengkonfirmasi bahwa puing-puing pesawat ditemukan di daerah yang sangat terjal dan berkabut, sehingga operasi pencarian berjalan sangat berat. Sampai operasi hari keempat, Basarnas mencatat dua korban telah ditemukan dan sedang dalam proses evakuasi, sementara yang lain masih dalam pencarian.
Menhub juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang buruk dan medan yang ekstrim — curam dengan kemiringan hingga 70-80 derajat — mempersulit upaya SAR. “Hujan dan medan licin memperlambat tim dalam melakukan evakuasi,” kata Dudy.
Keterangan Tambahan dan Status Pesawat
Pesawat ATR 42-500 sebelumnya digunakan untuk mendukung operasi pengawasan perairan Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebelum kecelakaan ini, pesawat tersebut terlibat dalam misi bantuan pencarian korban kapal terbakar di perairan Lampung.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga memastikan bahwa pesawat ini telah dinyatakan laik udara berdasarkan hasil inspeksi teknis terakhir, termasuk ramp check pada November 2025 dan pembaruan sertifikat pada September 2025 serta perawatan rutin pada Desember 2025. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Sumber: Berbagai Sumber, (DAW)




You must be logged in to post a comment Login