Kirim Foto Berdarah Dan Pesan “Tolong Aku Mau Dibunuh”, Kasus Perampokan Di Riau Berhasil Diungkap
Foto: Tangkapan layar CCTV saat perampok merokok usai menikam kasir di Pelalawan, Riau berkali-kali. (dok. Istimewa)
Newestindonesia.co.id, Kasus perampokan sadis yang menimpa seorang kasir perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Terungkapnya kasus tersebut bermula dari foto selfie korban yang dikirim kepada rekannya dalam kondisi wajah berlumuran darah disertai pesan meminta pertolongan.
Korban berinisial PT (25) mengalami luka parah setelah ditikam berkali-kali oleh pelaku yang kemudian membawa kabur uang tunai sekitar Rp76 juta dari brankas perusahaan.
Korban Sempat Kirim Foto Berdarah dan Minta Tolong
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi mengatakan korban masih sempat menghubungi rekannya melalui aplikasi WhatsApp setelah pelaku melarikan diri.
“Setelah pelaku kabur, korban dalam keadaan lemas berusaha duduk di kursi kasir dan mengirim foto selfie wajah berlumuran darah kepada rekan kerjanya via WhatsApp dengan mengirimkan chat ‘Tolong Gung aku mau dibunuh’,” kata AKP Bayu Ramadhan Effendi, Jumat (19/6) dikutip melalui detikNews.
Tak lama kemudian, rekan korban bernama Agung datang bersama saksi Harun Effendi. Namun, sesampainya di lokasi, keduanya mendapati pintu kantor tertutup sehingga tidak berani masuk dan meminta bantuan warga sekitar.
“Dan setelah datang warga sekitar, barulah saksi masuk dan melihat ruangan kasir sudah terbuka pintu dan dilihat darah sudah berceceran di lantai dan korban posisinya duduk dengan kepala terbaring di meja setengah sadar dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah,” jelas Bayu.
Korban kemudian dilarikan ke RS Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis.
Berawal dari Pelaporan ke Call Center 110
Saat korban dibawa ke rumah sakit, Agung segera melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat Polri 110.
Mendapat laporan itu, tim Satreskrim Polres Pelalawan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi berhasil menangkap tersangka yang diketahui bernama Jodi Alfandi. Pelaku diketahui merupakan tenaga honorer di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pelalawan.
“Tersangka Jodi Alfandi kami tangkap dalam perjalanan melarikan dari Pekanbaru menuju Bandar Seikijang pada Kamis (18/6) sekitar pukul 03.30 WIB,” ujar Bayu.
Saat ini tersangka beserta sejumlah barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi Perampokan Berdarah
Peristiwa itu terjadi di kantor perusahaan yang berada di Jalan Lintas Timur Km 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan pada Rabu (17/6).
Menurut polisi, sekitar pukul 14.00 WIB pelaku datang ke lokasi untuk mengamati situasi.
“Pukul 14.00 WIB, pelaku datang memantau situasi. Setelah tahu korban seorang diri, pelaku berpura-pura menumpang ke toilet dan mencuri sebuah gunting bergagang kuning dari meja luar untuk dijadikan senjata,” kata Bayu.
Sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 16.50 WIB, pelaku kembali mendatangi kantor ketika kondisi pintu terbuka.
Pelaku kemudian menodongkan gunting dan memaksa korban menyerahkan kunci brankas. Namun korban menolak dan berteriak meminta pertolongan.
“Namun korban menolak dan berteriak meminta pertolongan, sehingga tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memiting, menjatuhkan ke lantai, menginjak kepala, menendang serta menusuk korban secara berulang menggunakan gunting hingga gunting bengkok dan melukai jari tangan tersangka,” jelasnya.
Pelaku Gunakan Kipas Angin dan Obeng untuk Menganiaya Korban
Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga memukul korban menggunakan kipas angin.
Dalam kondisi kalap, tersangka kemudian mengambil obeng yang berada di atas meja kasir dan kembali menusuk korban berkali-kali.
“Korban saat itu dalam keadaan lemas, lalu tersangka meminta korban untuk menyerahkan kunci brankas tempat penyimpanan uang,” imbuh Bayu.
Setelah berhasil memperoleh kunci brankas, pelaku mengambil uang tunai sekitar Rp76 juta.
Sebelum melarikan diri, pelaku sempat mencuci tangannya yang terluka di toilet dan merusak kamera CCTV bagian depan menggunakan batu untuk menghilangkan jejak.
Polisi Dalami Motif Pelaku
Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Jodi Alfandi untuk mengungkap motif di balik aksi perampokan disertai penganiayaan tersebut.
Sementara itu, kondisi korban masih menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya.
Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat karena keberhasilan pengungkapan bermula dari pesan darurat dan foto selfie korban yang dikirim dalam kondisi kritis sesaat setelah pelaku melarikan diri.
(DAW)