Newestindonesia.co.id, Teror kawanan anjing liar di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, semakin meresahkan. Dalam dua bulan terakhir, serangan terhadap warga—terutama anak-anak—tercatat terus meningkat, bahkan hingga menyebabkan luka serius.
Berdasarkan catatan pemberitaan, sedikitnya empat anak menjadi korban serangan anjing liar saat beraktivitas di sekitar area persawahan. Situasi ini membuat warga hidup dalam ketakutan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari.
Serangan Berawal dari Kakak Beradik
Serangan pertama yang memicu keresahan warga terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo. Dua bocah kakak beradik, Padli (9) dan Alif (7), menjadi korban saat sedang mencari ikan di saluran air persawahan.
Kepala Desa Banua Baru, M Taufik, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua korban diserang secara tiba-tiba oleh kawanan anjing liar.
“Itu anak pergi tangkap ikan di saluran air sawah, di situlah digigit (anjing),” ujar Taufik dikutip melalui detikSulsel.
Menurutnya, jumlah anjing liar yang menyerang mencapai sekitar enam ekor. Kondisi korban cukup memprihatinkan karena mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh.
Beruntung, seorang petani yang melintas di lokasi segera memberikan pertolongan. Namun, situasi saat itu sempat mengejutkan.
“Kebetulan ada petani lewat langsung diusir itu anjing. Bayangkan, itu orang yang tolong sempat dikira bangkai itu yang dikeroyok, ditarik-tarik anjing, ternyata anak kecil,” paparnya.
Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang cukup parah.
Teror Berlanjut, Balita Ikut Jadi Korban
Alih-alih mereda, teror anjing liar justru kembali terjadi beberapa minggu kemudian. Kali ini, korban adalah seorang balita bernama Ilham (3), warga Desa Bakka-Bakka, yang diserang saat bermain di area persawahan pada Jumat, 19 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 Wita.
Kepala Desa Bakka-Bakka, Sudirman, mengungkapkan bahwa korban saat itu sedang bermain bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba diserang.
“Katanya lagi main di sawah itu anak (korban) sama teman-temannya, lalu diserang anjing,” kata Sudirman.
Balita tersebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya, termasuk di bagian kepala dan paha. Ia berhasil diselamatkan setelah keluarganya datang memberikan pertolongan.
Peristiwa ini semakin mempertegas bahwa ancaman anjing liar di wilayah tersebut belum terkendali dan cenderung meningkat.
Total Korban Bertambah
Dalam perkembangan terbaru, jumlah korban bertambah menjadi empat anak. Serangan terjadi secara berulang di lokasi yang relatif berdekatan, yakni di sekitar area persawahan dan permukiman warga di Kecamatan Wonomulyo.
Polanya pun serupa: korban merupakan anak-anak yang sedang bermain atau beraktivitas di luar rumah, sementara kawanan anjing liar muncul secara tiba-tiba dan menyerang secara berkelompok.
Fenomena ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Warga bahkan mulai membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah, terutama di area terbuka seperti sawah dan kebun.
Warga Turun Tangan Berburu Anjing Liar
Karena serangan yang terus berulang, warga setempat akhirnya mengambil tindakan dengan memburu kawanan anjing liar tersebut.
Berbagai cara dilakukan, mulai dari menggunakan senapan angin hingga memasang umpan beracun untuk melumpuhkan hewan-hewan tersebut.
“Tadi malam itu yang satu ekor (anjing) dilumpuhkan dengan cara ditembak pas kena kepalanya,” ungkap Taufik.
Upaya perburuan dilakukan secara swadaya oleh warga, bahkan hingga malam hari. Hasilnya, beberapa ekor anjing berhasil dilumpuhkan, meskipun sebagian lainnya masih berkeliaran.
“Semalam muncul lagi (anjing) masuk kampung. Ramai-ramai, namun satu sempat terpisah, itu yang berhasil dibunuh,” lanjutnya.
Meski demikian, ancaman belum sepenuhnya hilang. Warga masih siaga dan terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan anjing liar di sekitar pemukiman.
Dugaan Rabies dan Penanganan Medis
Selain ancaman fisik, serangan anjing liar ini juga memunculkan kekhawatiran akan potensi penyebaran rabies. Pihak Puskeswan setempat pun turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan tersebut.
Sampel dari anjing yang telah dilumpuhkan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Hingga kini, hasil resmi terkait status rabies masih dalam proses.
Di sisi lain, pemerintah setempat mulai mengambil langkah pencegahan dengan menyiapkan vaksinasi massal untuk hewan penular rabies (HPR).
Sekitar 100 dosis vaksin disiapkan untuk wilayah terdampak, dengan harapan dapat memutus rantai penularan penyakit.
Faktor Penyebab Kemunculan Anjing Liar
Belum ada kepastian mengenai penyebab meningkatnya agresivitas anjing liar di wilayah tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor lingkungan dan ketersediaan makanan.
Anjing liar diduga masuk ke area permukiman karena kesulitan mencari makan di habitat aslinya.
Selain itu, tidak adanya pengawasan terhadap anjing peliharaan yang dibiarkan berkeliaran juga memperbesar risiko terjadinya serangan.
Pemerintah dan aparat setempat pun mengimbau warga untuk mengandangkan hewan peliharaan guna mencegah kejadian serupa.
Warga Dihantui Ketakutan
Situasi ini membuat warga hidup dalam kecemasan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Aktivitas bermain di luar rumah kini menjadi sesuatu yang berisiko.
Beberapa warga bahkan memilih untuk selalu mendampingi anak-anak mereka atau membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di sore hingga malam hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan anjing liar bukan hanya soal gangguan lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat.
Upaya Penanganan Harus Dipercepat
Kasus di Wonomulyo menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah yang lebih terstruktur dan sistematis.
Penanganan tidak hanya cukup dengan perburuan, tetapi juga perlu pendekatan jangka panjang, seperti:
- Pengendalian populasi anjing liar
- Edukasi masyarakat tentang bahaya rabies
- Program vaksinasi rutin
- Penertiban hewan peliharaan
Tanpa langkah yang komprehensif, dikhawatirkan kasus serupa akan terus berulang dan bahkan menimbulkan korban lebih banyak.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login