Newestindonesia.co.id, Sebuah rumah warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, menjadi sorotan setelah mengalami kebakaran berulang hingga 11 kali dalam kurun waktu dua hari. Peristiwa yang sempat membuat warga geger itu akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian dan Tim Gegana Polda DIY.
Hasil penyelidikan sementara menyebut kebakaran dipicu kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank rumah tersebut.
Kapolsek Seyegan AKP Pujiono mengatakan tim kepolisian bersama Tim Inafis Polresta Sleman dan Tim Gegana Polda DIY telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber munculnya api.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran,” kata Pujiono dikutip melalui detikJogja.
Menurutnya, kebakaran terjadi berulang di sejumlah titik berbeda di dalam rumah. Api dilaporkan sempat membakar pintu kamar mandi, handuk, kursi ruang tamu, sebagian kasur kamar, hingga kain di area kamar mandi.
Peristiwa tersebut pertama kali terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 00.00 WIB. Pemilik rumah bernama Mutfiana mengaku awalnya melihat selembar kain tiba-tiba terbakar tanpa ada percikan api maupun suara ledakan.
“Itu dari Sabtu malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu,” ujar Mutfiana.
Ia menyebut selama sekitar 26 jam, kebakaran muncul berulang kali di lokasi berbeda di dalam rumahnya. Total terdapat 11 kejadian kebakaran yang membuat sejumlah furnitur dan perabotan rusak.
“26 jam itu 11 kali kejadian kebakaran. Paling besar kejadian kemarin jam 3 sore itu sampai eternit lalu lanjut subuh. Terakhir jam 10 tadi,” ungkapnya.
Mutfiana juga memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun sejumlah barang seperti sofa, pintu, dipan, hingga tempat tidur mengalami kerusakan akibat terbakar.
Polisi menjelaskan septic tank di rumah tersebut digunakan tidak hanya untuk limbah rumah tangga, tetapi juga limbah pemotongan ayam. Kondisi itu diduga menyebabkan akumulasi gas metana dan memicu kebakaran saat gas masuk ke dalam rumah.
Setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan hingga Minggu siang, petugas memastikan tidak ditemukan lagi kebocoran gas metana di lokasi. Meski demikian, pihak kepolisian meminta pemilik rumah segera membongkar septic tank dan mengganti sistem pembuangan gas sesuai standar keamanan.
“Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan,” kata Pujiono.
Peristiwa kebakaran berulang ini sempat viral di media sosial karena dianggap misterius. Warga sekitar juga sempat berdatangan untuk menyaksikan proses pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian dan Tim Gegana Polda DIY.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


