Festival Bung Karno Resmi Dibuka, Rano Karno: Kota yang Lupa Sejarah Akan Kehilangan Arah

rano-karno-buka-festival-bung-karno-1781961582363_169

Rano Karno buka Festival Bung Karno (Brigitta Belia/detikcom)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi membuka Festival Bung Karno yang digelar di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga sejarah dan budaya di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

Menurut Rano, Jakarta memiliki posisi yang sangat istimewa sebagai miniatur Indonesia karena menjadi tempat bertemunya berbagai suku, budaya, agama, hingga gagasan dari seluruh penjuru Nusantara.

Selain dikenal sebagai lokasi pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Jakarta juga menjadi ruang hidup yang mencerminkan keberagaman bangsa.

“Jakarta adalah miniatur Indonesia. Dari gang-gang kecil sampai gedung-gedung tinggi, dari pasar rakyat sampai pusat pemerintahan, dari pojok-pojok kampung sampai ruang digital anak muda, denyut Indonesia berdetak di Jakarta,” kata Rano Karno saat membuka Festival Bung Karno dikutip melalui detikNews.

Pembangunan Tak Hanya Infrastruktur

Rano menegaskan bahwa pembangunan ibu kota tidak semestinya hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, nilai kebudayaan dan sejarah harus tetap dipertahankan agar Jakarta tidak kehilangan identitasnya.

Ia mengatakan pembangunan kota perlu dibarengi dengan penguatan karakter masyarakat dan pelestarian memori kolektif bangsa.

“Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur jiwanya, bukan hanya Jakarta yang cepat transportasinya, tetapi juga hangat pergaulannya, bukan hanya Jakarta yang modern teknologinya, tetapi juga kuat ingatan sejarahnya,” ujarnya.

Kota yang Lupa Sejarah Akan Kehilangan Arah

Dalam pidatonya, Rano mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga akar budaya dan sejarah.

Ia menilai hilangnya kesadaran sejarah dapat membuat sebuah kota kehilangan arah pembangunan dan jati dirinya.

“Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah. Bangsa yang tercabut dari budaya akan kehilangan jiwa,” tegas Rano.

Baca juga:  Viral CCTV Penyiraman Air Keras Di Bekasi, Polisi Beberkan Motif Pelaku

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak boleh menghapus nilai-nilai yang telah membentuk karakter bangsa selama ini.

Menghormati Bung Karno dengan Melanjutkan Cita-citanya

Pada kesempatan itu, Rano Karno juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang jasa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan yang diwariskannya.

Menurutnya, penghormatan kepada Bung Karno harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya. Menghormati Bung Karno berarti menghidupkan Pancasila dalam tindakan. Menghormati Bung Karno berarti menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung,” katanya.

Festival Bung Karno Diramaikan Berbagai Kegiatan

Festival Bung Karno yang berlangsung di kawasan Taman Proklamasi digelar sepanjang hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Acara tersebut dimeriahkan dengan senam pagi, bazar UMKM, permainan anak-anak, peragaan busana hingga pertunjukan musik. Festival ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni.

Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus mengenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat luas.

Ruang Belajar Sejarah bagi Generasi Muda

Rano berharap Festival Bung Karno dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah bangsa.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Indonesia.

Festival ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga memori kolektif bangsa sekaligus memperkuat identitas nasional di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong berbagai kegiatan budaya dan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik kota di tingkat global. Sebelumnya, Rano Karno menyebut banyaknya penyelenggaraan acara di Jakarta turut berkontribusi terhadap peningkatan penilaian ibu kota dalam berbagai indeks kota dunia.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Hadiri Sidang Dugaan Korupsi Hasto Kristiyanto Di PN Jakarta Pusat

Dengan semangat Bulan Bung Karno, pemerintah daerah berharap nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan dapat terus hidup di tengah masyarakat serta menjadi fondasi bagi pembangunan Jakarta menuju usia lima abad pada 2027 mendatang.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement