Newestindonesia.co.id, Banjir lahar dingin dari Gunung Merapi menerjang aliran Sungai Senowo di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang warga, sementara dua korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Banjir lahar dingin terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi dan memicu aliran material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur dari hulu sungai. Material tersebut mengalir deras dan menerjang aktivitas penambangan pasir di sekitar lokasi.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto mengatakan proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD, relawan, dan aparat setempat.
“Hingga kini dua korban lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Arif dikutip melalui CNN Indonesia.
Korban Jiwa dan Operasi Pencarian
Tim SAR menemukan sejumlah korban dalam operasi pencarian yang dilakukan sejak kejadian banjir lahar dingin tersebut. Berdasarkan data sementara, tiga orang dinyatakan meninggal dunia setelah terseret material banjir.
Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan masih hilang dan diduga ikut terbawa arus lahar yang sangat deras di aliran Sungai Senowo.
Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai serta membersihkan material yang menimbun area sekitar lokasi kejadian. Petugas juga menggunakan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi di beberapa titik yang tertimbun material vulkanik.
Truk dan Alat Berat Ikut Tertimbun
Selain menelan korban jiwa, banjir lahar dingin juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang berada di area penambangan pasir ikut tertimbun material.
Beberapa truk pengangkut pasir serta alat berat dilaporkan terseret atau tertimbun oleh material yang terbawa arus lahar dingin dari Gunung Merapi.
Kondisi ini membuat proses pencarian korban menjadi lebih sulit karena sebagian lokasi tertutup tumpukan pasir dan batu.
Lahar Dingin Dipicu Hujan Deras
Banjir lahar dingin merupakan aliran material vulkanik yang terbawa air hujan dari lereng gunung berapi. Material berupa pasir, kerikil, batu, dan lumpur dapat mengalir dengan sangat cepat mengikuti jalur sungai yang berhulu di gunung.
Hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Gunung Merapi sering memicu fenomena ini, terutama di sungai-sungai yang menjadi jalur aliran material vulkanik.
Gunung Merapi sendiri merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, sehingga potensi banjir lahar dingin kerap terjadi saat musim hujan ketika material erupsi sebelumnya terbawa air ke aliran sungai.
Warga Diminta Waspada
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu Gunung Merapi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras di kawasan puncak.
Aktivitas penambangan pasir di aliran sungai juga diminta untuk lebih berhati-hati karena banjir lahar dingin dapat terjadi secara tiba-tiba dan membawa material dalam jumlah besar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login