Newestindonesia.co.id – Sumut, Anggota DPR RI, Ir. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat pada Jumat (13/2/2026) untuk mengadukan dan memperkuat pengawasan terhadap kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak sekolah dasar (SD) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kedatangan politikus Partai Golkar tersebut mendapat sorotan publik karena tekanan terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia tiap tahunnya.
Sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Doli mengatakan dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan penderitaan masyarakat, terutama karena peristiwa itu terjadi di daerah pemilihannya (Dapil).
“Selaku anggota DPR, ada tanggung jawab moral yang harus saya tunaikan, yaitu menyuarakan penderitaan masyarakat, baik di Dapil, maupun secara umum,” ujar Doli di kantor KPAI, dikutip Jumat (13/2/2026).
Doli menjelaskan laporan tersebut merupakan realisasi janjinya kepada masyarakat dan bagian dari upaya memperjuangkan hak-hak korban kekerasan seksual di masa depan.
“Hari ini saya menunaikan janji saya untuk menyampaikan pengaduan tindak kekerasan seksual yang dialami warga yang ada di kampung saya,” tambahnya.
Politikus Golkar itu juga menyatakan kesiapan dirinya “mewakafkan hidup” untuk menangani dan melawan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, masalah kekerasan seksual terhadap anak merupakan fenomena yang memprihatinkan dan terus meningkat tiap tahun.
“Saya sering mendapati berita-berita terkait terjadinya kekerasan terhadap anak-anak Indonesia. Baik yang dilakukan oleh orang dewasa, orang tua kepada anak, maupun dari anak ke anak yang lain. Dan jumlahnya semakin eskalatif, bahkan tidak sedikit yang sampai meninggal. Sangat prihatin!” ujarnya.
Doli berharap negara, pemerintah, dan masyarakat bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa anak-anak adalah wajah masa depan bangsa dan perlindungan terhadap mereka adalah tanggung jawab bersama.
“Untuk itu saya mewakafkan hidup saya untuk melawan tindakan biadab itu, demi membela nasib anak-anak dan menyelamatkan masa depan bangsa,” tuturnya.
Konteks Kasus di Asahan
Kasus dugaan kekerasan seksual ini pertama kali mencuat setelah laporan dari orang tua korban yang berada di Kabupaten Asahan mengenai seorang anak berusia delapan tahun diduga menjadi korban pelecehan. Doli menyatakan laporan tersebut telah disampaikan kepada pihak keluarga korban dan telah dilanjutkan ke pihak kepolisian setempat untuk proses hukum.
Informasi awal sempat menyebutkan dugaan hingga belasan anak menjadi korban, yang kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian. Sementara, pihak Polres Asahan menyampaikan bahwa jumlah korban yang teridentifikasi saat ini masih empat siswi SD yang masih di bawah umur, dan tersangka telah ditetapkan serta diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Dalam konteks penanganan kasus, lembaga-lembaga perlindungan anak di daerah seperti Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Asahan bahkan telah ikut aktif memberikan pemulihan psikologis kepada para korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai undang-undang.
Pesan KPAI dan Harapan Perlindungan Anak
Selain laporan Doli, KPAI bersama lembaga perlindungan anak lain mendorong edukasi pencegahan serta pendampingan kepada keluarga agar korban dan masyarakat tidak ragu melaporkan kekerasan seksual yang dialami anak-anak. Komisioner KPAI dan berbagai pihak menilai pentingnya peran semua elemen masyarakat dalam memerangi kekerasan terhadap anak serta menjamin hak mereka atas perlindungan dan pendidikan yang aman.
Kunjungan Ahmad Doli Kurnia ke kantor KPAI tidak hanya sekadar pengaduan, melainkan bentuk advokasi berkelanjutan dalam upaya memperkuat penanganan kekerasan seksual terhadap anak, khususnya korban di Asahan. Langkah ini juga membuka diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana sistem hukum, pemerintah, organisasi perlindungan anak, dan masyarakat dapat bekerja sama memastikan keamanan serta masa depan generasi muda bangsa.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login