Newestindonesia.co.id, Suasana rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI mendadak berubah tegang saat pembahasan anggaran, setelah ditemukan ketidaksinkronan data dalam laporan yang dipaparkan.
Momen tersebut terjadi dalam rapat yang digelar pada Rabu, 1 April 2026. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, secara langsung mempertanyakan keakuratan angka-angka yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Saleh menilai terdapat data yang tidak konsisten sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengawasan penggunaan anggaran negara.
“Ini bukan soal kira-kira. Angka itu harus eksak. Halaman 13 ini apa bu? Pemaparan soal apa? Program pemasaran kan?” tegas Saleh dalam rapat tersebut.
Widiyanti pun mencoba menjelaskan, namun jawabannya dinilai belum mampu menjawab secara spesifik terkait selisih angka yang dipersoalkan.
“Iya, tapi kan tadi bapak mempermasalahkan totalannya,” jawab Widiyanti sambil memaparkan jumlah anggaran.
Jawaban Dinilai Belum Jelas
Ketegangan meningkat ketika Saleh kembali mempertanyakan rincian program terkait angka transfer ke daerah yang disebut mencapai 5,7.
“Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu 5,7 ya? Betul ya 5,7. Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?” tanya Saleh.
Widiyanti menjawab dengan nada ragu, “Pemasaran, programnya Provinsi.”
Ia kemudian menambahkan, “Tapi untuk penggunaan seperti pemasaran, begitu pak.”
Respons tersebut justru memunculkan keraguan lebih lanjut. Saleh kemudian meminta penjelasan langsung dari pihak biro perencanaan Kementerian Pariwisata guna memperjelas data yang disampaikan.
“Izin ya ibu, supaya saya clear, supaya jangan tumpang tindih penjelasan. Saya minta biro perencanaannya ada nggak? Coba angkat tangan,” ujar Saleh.
Ia juga menyoroti minimnya penjelasan dari tim teknis yang dinilai lebih memahami penyusunan anggaran.
“Bapak dari tadi diam saja, coba ngomong dulu. Biasanya yang nyusun-nyusun begini kan Biro Perencanaan,” lanjutnya.
Momen Viral dan Sorotan Publik
Situasi canggung dalam rapat tersebut terekam dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube TV Parlemen, kemudian menjadi viral di media sosial.
Ekspresi Widiyanti yang tampak tegang dan berhati-hati saat menjawab pertanyaan turut menjadi sorotan publik. Ia terlihat kebingungan ketika mencoba menjelaskan detail anggaran yang dipersoalkan.
Perbedaan data yang tidak sinkron dalam forum resmi tersebut menimbulkan perhatian luas, terutama terkait pentingnya akurasi dalam penyampaian laporan keuangan negara.
Kesimpulan
Rapat kerja ini menegaskan pentingnya transparansi dan ketelitian dalam penyusunan serta pemaparan anggaran kementerian. DPR sebagai fungsi pengawasan menuntut kejelasan data, sementara kementerian dituntut memastikan setiap angka yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: Berbagai Sumber (DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login