Profil Bripda Nopandri Ramadhana, Putra Dayak Yang Gugur Dalam Operasi Narkoba Di Kalteng
Bripda Nopandri Ramadhana. Foto: Dok. Istimewa
Newestindonesia.co.id, Kepergian Bripda Nopandri Ramadhana meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat Kalimantan Tengah. Anggota Satresnarkoba Polres Katingan tersebut gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Bripda Nopandri sebelumnya sempat dinyatakan hilang usai operasi yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan, jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Penemuan tersebut sekaligus memastikan gugurnya polisi muda berusia 23 tahun itu.
Profil Bripda Nopandri Ramadhana
Bripda Nopandri Ramadhana merupakan putra asli Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok sederhana, rendah hati, dan memiliki semangat tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat.
Kariernya di Kepolisian dimulai pada Juli 2022 sebagai personel Polda Kalimantan Tengah. Ia mengawali penugasan di Direktorat Samapta sebelum kemudian dipindahkan ke Polres Katingan sebagai anggota Satsamapta.
Berkat dedikasi dan kinerjanya, pada 12 Januari 2024 Bripda Nopandri dipercaya bergabung dengan Satresnarkoba Polres Katingan. Untuk meningkatkan profesionalismenya, ia juga mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan penyidik reserse narkoba sepanjang 2024.
Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara
Tragedi bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Operasi yang semula berjalan sesuai rencana berubah menjadi bentrokan setelah sejumlah orang melakukan perlawanan terhadap petugas. Dalam insiden tersebut, seorang anggota polisi gugur di lokasi, sementara Bripda Nopandri bersama seorang anggota lainnya sempat dinyatakan hilang. Personel lain berhasil menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi.
Setelah dua hari pencarian, Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Katingan. Gugurnya Bripda Nopandri menambah daftar korban dalam tragedi penggerebekan bandar narkoba yang menyita perhatian publik nasional.
Dikenal Berdedikasi dan Memiliki Semangat Pengabdian Tinggi
Polres Katingan menyebut Bripda Nopandri sebagai sosok anggota yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap institusi.
Sebagai putra daerah, ia memilih mengabdikan diri untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman peredaran narkotika. Meski usianya masih sangat muda, pengabdiannya dinilai menjadi teladan bagi sesama anggota Polri.
Kepergian Bripda Nopandri tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Polres Katingan, tetapi juga menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan narkotika.
Pengorbanan yang Menjadi Pengingat
Peristiwa di Katingan menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan para aparat di lapangan.
Bripda Nopandri Ramadhana dikenang sebagai polisi muda yang memilih berdiri di garis depan demi melindungi masyarakat. Pengorbanannya menjadi simbol dedikasi dan keberanian dalam menjalankan tugas negara hingga akhir hayat.
(DAW)
