Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia akan mulai menguji coba sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis digital pada periode April hingga Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem perlindungan sosial sekaligus meningkatkan akurasi distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan uji coba tersebut akan memanfaatkan teknologi digital seperti biometrik dan pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan bansos diterima langsung oleh penerima yang sah.
Menurut Luhut, penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus menutup celah penyalahgunaan bantuan sosial.
“Dengan teknologi face recognition dan biometrik, kita bisa memastikan bantuan benar-benar diterima oleh orang yang berhak,” ujar Luhut.
Bagian dari Transformasi Digital Pemerintah
Program bansos digital ini merupakan bagian dari transformasi sistem layanan publik yang tengah dikembangkan pemerintah melalui ekosistem digital government atau GovTech Indonesia.
Melalui sistem tersebut, proses verifikasi penerima bantuan akan terintegrasi secara digital dengan basis data nasional. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi distribusi bantuan serta meminimalkan kesalahan data penerima.
Uji coba ini juga menjadi kelanjutan dari berbagai pilot project digitalisasi bansos yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah.
Pemerintah menilai digitalisasi menjadi solusi penting untuk memperbaiki mekanisme penyaluran bansos yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti data penerima yang tidak akurat maupun potensi kebocoran anggaran.
Uji Coba Dilakukan Bertahap
Program ini tidak langsung diterapkan secara nasional. Pemerintah memilih melakukan uji coba terlebih dahulu dalam periode April hingga Juni 2026 guna mengevaluasi kesiapan sistem dan infrastruktur.
Jika hasilnya dinilai efektif, pemerintah berencana memperluas penerapan sistem bansos digital secara bertahap ke berbagai wilayah di Indonesia.
Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan pilot project digitalisasi bansos di sejumlah daerah. Hasil uji coba awal menunjukkan sistem digital dapat membantu meningkatkan akurasi data penerima bantuan serta mempercepat proses distribusi bantuan kepada masyarakat.
Perbaiki Akurasi Data Penerima
Digitalisasi bansos diharapkan dapat memperbaiki masalah klasik dalam penyaluran bantuan sosial, terutama terkait kesalahan data penerima.
Dengan sistem digital yang terintegrasi, pemerintah dapat memperbarui data penerima secara lebih cepat dan transparan. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam memperbarui data melalui mekanisme digital yang disediakan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Jika berhasil diterapkan secara nasional, sistem bansos digital diharapkan dapat menjadi fondasi baru dalam tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login