Newestindonesia.co.id, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyambangi para peserta magang di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir, Tangerang, Banten, Selasa (24/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia membuka ruang dialog dengan anak magang dan meminta masukan untuk meningkatkan kinerja layanan bapas.
Kunjungan dilakukan di sela-sela agenda kerja Menteri Agus di wilayah Tangerang. Kepada salah satu peserta magang, Agus menyapa langsung dan menanyakan aktivitas keseharian mereka di bapas.
“Apa kerjanya di sini?,” tanya Menteri Agus kepada salah satu peserta magang di lokasi dikutip melalui detikNews. Jawaban peserta: “Mengelola barang persediaan, Pak. Soalnya, jadi pengelola BMN (barang milik negara).”
Salah seorang peserta magang yang lain, bernama Lucky, menjelaskan inovasi yang diterapkan di Bapas Ciangir terkait pengelolaan administrasi surat.
“Sekarang di sini kami buat surat dengan penomoran menggunakan sistem, namanya Sinurat. Jadi menggunakan teknologi, sehingga lebih rapi dan mudah,” ujar Lucky, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Ia menambahkan bahwa Sinurat — singkatan dari Sistem Penomoran Surat — dirancang untuk mendukung tertib administrasi serta meningkatkan efisiensi kerja pegawai.
Mendengar penjelasan tersebut, Menteri Agus kemudian meminta masukan yang lebih spesifik terkait layanan bagi klien pemasyarakatan di lingkungan bapas.
Kepada Agus, salah satu pembimbing peserta magang menjelaskan model layanan konseling yang dijalankan peserta magang untuk klien.
“Di antara rekan-rekan magang ada lulusan Muhammadiyah, jadi klien pemasyarakatan bisa konseling dengan rekan-rekan yang magang ini (sebagai) instrukturnya. Setiap Selasa dan Kamis, kami adakan di musala,” jelas Novi, salah satu pegawai lapas yang mementori peserta magang.
Selain dialog dengan anak magang, Menteri Agus sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Legok, Tangerang, Banten. Dalam inspeksinya, ia mendorong pemanfaatan lahan lapas seluas sekitar 27 hektare untuk kegiatan pembinaan, khususnya di sektor ketahanan pangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Lapas terbuka sendiri menjadi unit yang ditunjuk untuk kegiatan asimilasi narapidana, dengan tujuan membantu integrasi sosial narapidana bersama masyarakat sekitar. Saat ini, tercatat sekitar 19 narapidana mengikuti program asimilasi di lokasi tersebut.
Dengan pendekatan keterlibatan langsung anak magang dan dorongan inovasi layanan, kunjungan Menteri Imipas diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan serta mempercepat adaptasi teknologi di birokrasi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login