Mensos Gus Ipul Ajak SP2MI Perbarui Data Calon Siswa Sekolah Rakyat

kemensos-1782391617910

Foto: Kemensos

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) untuk mengambil peran aktif dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membantu pemerintah memperbarui data calon peserta didik agar anak-anak yang membutuhkan tidak terlewat dari program tersebut.

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat menjadi keynote speaker dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) SP2MI 2026 yang berlangsung di Gedung Sasonobudoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (25/6).

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana pendidikan, tetapi juga pada akurasi data penerima manfaat sehingga intervensi pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

“Pada kesempatan yang baik ini saya mengundang Bapak-Ibu sekalian untuk ikut terlibat dalam pemutakhiran data. Jika ada peserta didik yang Bapak-Ibu sekalian temukan belum masuk data, nanti bisa dibantu untuk dilakukan pemutakhiran lewat saluran-saluran yang sudah kami buat,” kata Gus Ipul.

Anak Tidak Sekolah Masih Menjadi Tantangan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memberikan apresiasi kepada para relawan pendidikan yang selama ini aktif mendampingi anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan bersekolah.

Ia menilai peran komunitas pendidikan masyarakat sangat penting dalam menemukan anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.

“Berbahagia saya hari ini bisa berada di tengah-tengah para pejuang pendidikan Indonesia. Relawan-relawan yang memilih jalan hidup untuk membantu, menyisir anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah,” ujar Gus Ipul.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan anak yang tidak berada di bangku sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah maupun berpotensi putus sekolah masih mencapai lebih dari empat juta orang.

Baca juga:  Promosi Jabatan di Polri, 5 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Pol

“Sementara data menunjukkan, 4 juta lebih anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan potensi putus sekolah. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua dan Bapak-Ibu sekalian telah memilih untuk bisa membantu mereka-mereka itu,” jelasnya.

Data Menjadi Fondasi Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga mandat utama kepada Kementerian Sosial.

Ketiga mandat tersebut meliputi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, serta penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, seluruh program tersebut memiliki titik awal yang sama, yakni data yang valid dan akurat.

Dengan data yang baik, pemerintah dapat memastikan bantuan maupun layanan pendidikan diterima oleh masyarakat yang memang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Sekolah Rakyat Tidak Membuka Pendaftaran

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Program Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme pendaftaran terbuka.

Pemerintah justru melakukan pendekatan aktif atau penjangkauan kepada calon peserta didik yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data sosial yang telah diverifikasi.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran. Sekolah rakyat itu melakukan penjangkauan. Kita tidak membuka pendaftaran tapi kita melakukan penjangkauan kepada mereka-mereka yang berada di Desil 1 dan 2. Keluarga-keluarga yang paling miskin,” imbuhnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan bahwa anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan dapat memperoleh kesempatan belajar tanpa harus bersaing melalui jalur pendaftaran umum.

SP2MI Dinilai Punya Peran Strategis

Menurut Gus Ipul, jaringan SP2MI yang tersebar di berbagai daerah memiliki posisi strategis karena selama ini aktif mendampingi masyarakat melalui pendidikan nonformal.

Keberadaan organisasi tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menemukan calon siswa Sekolah Rakyat sekaligus melakukan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.

Baca juga:  Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Prediksi Awal Ramadan 2026

Ia juga berharap kolaborasi antara SP2MI dengan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dapat diperkuat.

“Kami punya pendamping PKH di seluruh Indonesia, ada 30 ribu lebih yang mungkin sebagian sudah bersentuhan dengan Bapak-Ibu sekalian. Saya ingin ke depan ini Pak Amirudin, teman-teman bisa bekerjasama dengan teman-teman pendamping pihak PKH kami di berbagai tempat,” kata Gus Ipul.

Selain itu, Kemensos juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

“Saya cukup berharap kita bisa kerja sama nanti Pak Amirudin bisa kerja sama dengan tim Kemensos yang mengurusi sekolah rakyat. Nanti kita cari cara apa saja yang bisa membantu. Setelah itu saya nanti akan sampaikan ke Abdul Mu’ti Mendikdasmen kira-kira program apa saja yang juga kita bisa sinergikan,” ucapnya.

SP2MI Siap Mendukung Program Pemerintah

Sementara itu, Ketua Umum SP2MI Amirudin menyatakan organisasinya memiliki visi yang sejalan dengan Kementerian Sosial, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, SP2MI selama ini telah menjadi mitra pemerintah melalui berbagai program pendidikan keterampilan serta pendidikan kesetaraan.

“SP2MI sudah menjadi mitra pemerintah dan harapan kita, kita fokus di bidang keterampilan dan pemberdayaan masyarakat di PKBM. Nah sekiranya Kementerian Sosial berkenan mengundang kita untuk menjadi mitra kemitraan untuk keterampilan dan pemberdayaan anak-anak kita,” kata Amirudin.

Ia menjelaskan bahwa anggota SP2MI berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan banyak bergerak dalam penyelenggaraan pendidikan Paket A, Paket B, serta Paket C.

Pengalaman tersebut membuat organisasi ini cukup akrab dengan kondisi anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan formal sehingga dinilai dapat mendukung upaya pemerintah memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat.

Baca juga:  Kasus Korupsi BGN, Komisi IX DPR Mengaku Tak Pernah Tahu Pengadaan Motor Listrik hingga Tablet

Kolaborasi Diharapkan Percepat Pemerataan Pendidikan

Silaturahmi Nasional SP2MI diikuti pengelola PKBM, taman bacaan masyarakat (TBM), PAUD swadaya dari 12 provinsi, akademisi, serta berbagai mitra pemerintah di bidang pendidikan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Ketua Umum SP2MI Amirudin menyerahkan pin peserta istimewa kepada Gus Ipul sebagai simbol penguatan kerja sama.

Acara ditutup dengan seruan bersama yang menjadi semangat Program Sekolah Rakyat, yakni “Menjangkau yang Tidak Terjangkau, Memungkinkan yang Tidak Mungkin, dan Memuliakan Wong Cilik.”

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement