Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

KPK Analisis Laporan Menag Soal Jet Pribadi: Status Gratifikasi Ditentukan 30 Hari Kerja

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Foto: Dokumentasi RRI/Chairul Umam)

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan saat ini tengah melakukan analisis terhadap laporan yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, terkait penerimaan fasilitas jet pribadi saat menghadiri peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo, mengungkapkan proses awal yang dilakukan adalah verifikasi dokumen dan informasi pendukung yang dilaporkan.

“Kita akan lakukan verifikasi dulu. Jadi verifikasi kemudian termasuk kelengkapan-kelengkapan dokumennya yang memang diperlukan,” ujar Waluyo saat ditemui di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) dikutip detikNews.

Hasil analisis ini akan diumumkan dalam 30 hari kerja setelah laporan diterima. Waluyo menjelaskan bahwa lembaga antirasuah akan menentukan apakah fasilitas tersebut termasuk milik negara atau menjadi hak penerima, serta apakah diperlukan pengembalian dalam bentuk uang pengganti jika dikategorikan sebagai gratifikasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saat nanti kita menetapkan statusnya, apakah milik negara atau milik penerima dan kemudian harus ada kompensasi atau uang pengganti, itu akan kami jelaskan melalui SK,” tambahnya.

Latar Belakang Laporan dan Tuduhan Gratifikasi

Kasus bermula ketika Nasaruddin Umar melaporkan dirinya kepada KPK terkait fasilitas jet pribadi yang digunakan untuk melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Takalar dalam rangka peresmian Gedung Balai Sarkiah pada Minggu, 15 Februari 2026.

Dalam keterangannya di depan awak media usai pelaporan, Menag menjelaskan bahwa dirinya datang untuk memenuhi agenda peresmian dengan lancar. “Saya datang ke sini untuk menyampaikan hal itu ya (menumpangi jet). Dan alhamdulillah sudah berjalan lancar,” ucapnya di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).

Penjelasan Resmi dari Kementerian Agama

Sebelumnya, Kementerian Agama telah merilis klarifikasi resmi mengenai penggunaan jet tersebut. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan jet pribadi itu disediakan oleh mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) yang menjadi penyelenggara acara dan telah mengundang Menag secara khusus untuk hadir.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat. Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara,” ujar Thobib, dikutip dari pernyataan resmi Kemenag.

Baca juga:  Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala Di Riau

Gedung Balai Sarkiah sendiri merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Kelurahan Sabintang, yang dijadikan sebagai lokasi acara peresmian.

Polemik Publik dan Ruang Klarifikasi Terbuka

Isu penggunaan fasilitas jet pribadi ini telah memicu perdebatan publik karena dinilai terkait potensi gratifikasi bagi pejabat negara. Beberapa pihak menilai alasan penggunaan jet pribadi perlu klarifikasi terbuka untuk menghindari kesan konflik kepentingan dan untuk menjaga integritas pejabat publik.

Sementara itu, sejumlah pengamat hukum dan pihak masyarakat menampilkan berbagai perspektif terkait penggunaan fasilitas tersebut. Mereka menilai perlunya penegasan apakah fasilitas tersebut benar masuk kategori gratifikasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Proses Selanjutnya di KPK

Waluyo menegaskan bahwa KPK akan menunggu semua dokumen dan klarifikasi resmi sebagai dasar telaah lebih lanjut. Langkah lembaga antirasuah ini menunjukkan mekanisme terbuka dalam penanganan potensi gratifikasi yang melibatkan pejabat publik.

Publik kini menunggu hasil analisis KPK yang diperkirakan akan rampung dalam tiga puluh hari kerja, sebagai dasar penetapan apakah fasilitas tersebut harus dianggap sebagai penerimaan yang wajib diganti atau dibebaskan dari unsur gratifikasi berdasarkan aturan yang berlaku.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id – Sulsel, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan melakukan uji petik kelaiklautan kapal di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 18–20...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Hong Kong secara resmi memprotes tindakan pemerintah Panama yang mengambil alih kendali dua pelabuhan strategis di Terusan Panama, yang selama puluhan tahun...

Regional

Newestindonesia.co.id – Jabar, Majalengka kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang perempuan diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diamankan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat merespons laporan ancaman bom di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Jatinegara, Jakarta...

Nasional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait status tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polda Sumatera Selatan mengungkap dan menangkap kedua orang tua yang diduga hendak menjual bayi baru lahir dengan modus “adopsi”, dalam dugaan kasus Tindak...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur setelah pos pengamanan milik perusahaan tambang di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diserang dan dibakar oleh kelompok...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang mahasiswa berinisial MSS (22) ditangkap jajaran Satreskrim Polres Kuningan setelah diduga melakukan penipuan dengan menyamar sebagai anggota polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi...

Advertisement