Newestindonesia.co.id, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan menyesuaikan jumlah hari sekolah, yakni lima hari dalam sepekan untuk mayoritas wilayah, kecuali daerah tertentu seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa penyaluran MBG mengikuti kehadiran siswa di sekolah. Dengan demikian, siswa hanya menerima manfaat program tersebut pada hari aktif belajar.
“Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari,” kata Dadan saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip melalui Antara (30/3).
Menurut dia, kebijakan tersebut didasarkan pada mayoritas sistem pembelajaran di Indonesia yang saat ini menerapkan lima hari sekolah. Namun, untuk wilayah tertentu dengan kebutuhan khusus, distribusi MBG tetap dilakukan hingga enam hari.
Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan bahwa untuk daerah 3T dan wilayah dengan risiko stunting tinggi, pemberian MBG dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin hingga Sabtu sebagai langkah strategis untuk memastikan kecukupan gizi anak.
Dadan menjelaskan bahwa program MBG berbasis pada kehadiran siswa, sehingga penyaluran akan dihentikan sementara ketika kegiatan belajar mengajar libur.
“MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan,” ujarnya.
Selain siswa, penerima manfaat program MBG juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyalurannya dilakukan melalui sekolah, posyandu, hingga langsung ke rumah sesuai dengan kategori penerima.
BGN juga menegaskan bahwa fokus pelaksanaan program pada tahun 2026 tidak hanya pada cakupan, tetapi juga peningkatan kualitas makanan yang diberikan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program tersebut tetap efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Di sisi lain, kebijakan penyesuaian hari penyaluran MBG juga berkaitan dengan upaya efisiensi anggaran negara. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa pengurangan hari operasional dari enam menjadi lima hari berpotensi menghemat hingga Rp40 triliun per tahun.
“Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun,” kata Purbaya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka stunting di Indonesia. Program ini menyasar peserta didik serta kelompok rentan sebagai bagian dari intervensi gizi nasional.
Dengan skema penyaluran yang fleksibel mengikuti kondisi daerah dan sistem pendidikan, pemerintah berharap program ini tetap tepat sasaran sekaligus efisien dalam penggunaan anggaran.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login