Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

12.658 Anak Keracunan MBG Sepanjang 2025, KPAI Minta Evaluasi Program

Arsip - Petugas menyiapan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk didistribusikan kepada pelajar di Banda Aceh, Aceh, Jumat (16/5/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Newestindonesia.co.id, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan fakta mengejutkan tentang dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025. Data resmi KPAI menunjukkan sebanyak 12.658 anak dilaporkan mengalami keracunan akibat konsumsi makanan dari program tersebut di 38 provinsi.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan temuan ini saat pemaparan Laporan Akhir Tahun (LAT) 2025 di Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Berdasarkan monitoring media, sepanjang tahun 2025 tercatat 12.658 anak mengalami kasus keracunan MBG di 38 provinsi,” ujarnya dikutip melalui detikNews.

Provinsi dengan Kasus Tertinggi

Berdasarkan data monitoring KPAI, tiga wilayah mencatat angka korban tertinggi, antara lain:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Jawa Barat: 4.877 anak
  • Jawa Tengah: 1.961 anak
  • Daerah Istimewa Yogyakarta: 1.517 anak

Keluhan Siswa: Rasa dan Kelayakan Makanan

Selain jumlah kasus keracunan, KPAI juga melakukan survei terhadap para penerima MBG, melibatkan lebih dari 1.600 siswa SD, SMP, dan SMA. Hasilnya menunjukkan tanda-tanda serius pada kualitas dan penerimaan makanan:

  • Hampir 90% siswa mengeluhkan soal rasa makanan yang disajikan.
  • Sekitar 36% siswa mempertanyakan kelayakan makanan, seperti bau, sudah tidak layak konsumsi, bahkan busuk.

Jasra Putra menambahkan bahwa keluhan ini tidak hanya soal preferensi, tetapi bisa menjadi indikator adanya masalah dalam pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan MBG.

Rekomendasi KPAI untuk Pemerintah

Menanggapi temuan ini, KPAI memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, terutama kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program MBG:

  • Penguatan tata kelola program MBG secara komprehensif.
  • Pelibatan anak secara bertahap, mulai dari perencanaan menu hingga evaluasi melalui survei umpan balik dan diskusi terbuka di sekolah.
Baca juga:  Alvin Lie Soroti Uji Kelaikan Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Menurut Jasra, pelibatan anak tidak hanya memberi suara kepada penerima manfaat, tapi juga memperkuat rasa aman dan kepercayaan terhadap program itu sendiri.

Sorotan Publik dan Tinjauan Lapangan

Kasus keracunan akibat MBG bukan fenomena satu lokasi. Beberapa daerah lain juga melaporkan kejadian serupa yang meningkatkan kekhawatiran publik terhadap mutu penyelenggaraan program:

  • Di Mojokerto, 261 pelajar dan santri dirawat setelah mengalami gejala keracunan usai makan menu MBG soto ayam.
  • Di Grobogan, ada laporan 803 orang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang sama.

Insiden spesifik ini menunjukkan bahwa masalah tersebut bisa terjadi di banyak wilayah, menambah urgensi evaluasi terhadap standar pengolahan makanan MBG.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement