Zelenskyy Kecam Serangan Drone Rusia Ke Area Nuklir Chornobyl: Sangat Keji
Foto: Getty Images/Justin Tallis - WPA Pool
Newestindonesia.co.id, Sebuah serangan drone Rusia dilaporkan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chornobyl, Ukraina, Minggu (7/6). Meski menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan fasilitas, otoritas Ukraina dan badan pengawas nuklir dunia memastikan tidak terjadi peningkatan tingkat radiasi di kawasan tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menuduh Rusia sengaja menargetkan infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan nuklir. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang “sangat keji” dan berbahaya bagi keamanan kawasan.
Dilansir melalui Al Jazeera, Senin (8/6/2026), Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serangan tersebut menghantam bangunan penerimaan bahan bakar yang berada hanya beberapa meter dari lokasi penyimpanan material nuklir dalam jumlah besar. Kerusakan yang terjadi disebut cukup signifikan, namun tidak mengenai kontainer penyimpanan bahan bakar nuklir bekas.
IAEA menyatakan bahwa tim inspeksi yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan setelah insiden terjadi. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada kebocoran radioaktif dan tingkat radiasi tetap berada dalam batas normal.
Kebakaran Berhasil Dipadamkan
Operator energi nuklir Ukraina, Energoatom, melaporkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan tersebut merupakan jenis Shahed buatan Iran yang digunakan oleh Rusia. Serangan memicu kebakaran di salah satu bangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas terpusat yang berada di Zona Eksklusi Chornobyl.
Api berhasil dipadamkan oleh petugas darurat dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak ditemukan indikasi pelepasan zat radioaktif ke lingkungan sekitar.
Energoatom menegaskan fasilitas yang diserang merupakan bagian penting dari sistem penyimpanan bahan bakar nuklir bekas Ukraina. Kompleks tersebut digunakan untuk menampung limbah bahan bakar dari sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu.
Zelenskyy: Rusia Sengaja Mengancam Keamanan Nuklir
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengecam keras tindakan Rusia yang dinilai terus mengancam keselamatan nuklir internasional.
Presiden Ukraina itu menyebut serangan terhadap fasilitas yang berkaitan dengan material radioaktif menunjukkan bahwa Moskow tidak menghormati norma keselamatan global dan sengaja meningkatkan risiko bagi masyarakat sipil.
Menteri Luar Negeri Ukraina juga mendesak komunitas internasional dan IAEA untuk memberikan respons tegas terhadap apa yang disebutnya sebagai ancaman sistematis Rusia terhadap keamanan nuklir.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan Ukraina mengenai serangan tersebut.
Bayang-Bayang Insiden Nuklir Chornobyl
Serangan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan fasilitas nuklir Ukraina di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Pada Februari 2025, Ukraina juga menuduh Rusia menggunakan drone Shahed untuk merusak struktur pelindung raksasa yang menutupi reaktor nomor 4 PLTN Chornobyl, lokasi bencana nuklir terburuk dalam sejarah yang terjadi pada 1986. Saat itu, kerusakan tidak menyebabkan peningkatan radiasi, namun memicu kekhawatiran internasional mengenai keamanan situs tersebut.
Selain Chornobyl, kekhawatiran serupa juga terus membayangi PLTN Zaporizhzhia, fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang berada di wilayah pendudukan Rusia. Kedua pihak selama perang saling menuduh melakukan serangan yang berisiko mengancam keselamatan instalasi nuklir.
IAEA kembali menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari segala bentuk aktivitas militer di sekitar fasilitas nuklir guna mencegah terjadinya insiden yang dapat berdampak luas bagi kawasan maupun dunia.
(DAW)