Kritik datang dari beberapa pemimpin Eropa, yang menolak keras usulan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan Denmark serta stabilitas sekutu transatlantik. “Greenland bukanlah untuk dijual. Kedaulatan negara dan semangat kerja yang sama harus dipertahankan,” tegas seorang diplomat Eropa yang hadir di Davos.
Selain isu Greenland, Trump juga memanfaatkan platform ini untuk membahas isu ekonomi domestik AS, termasuk program yang menurutnya akan membantu mengurangi krisis perumahan dan meningkatkan keterjangkauan rumah bagi warga Amerika. Namun, pesan ekonominya terkesan tertutup oleh kontroversi geopolitik yang menguat selama pidatonya.
Kehadiran Trump sendiri di Davos merupakan yang pertama sejak ia kembali menjabat sebagai Presiden, dan banyak peserta yang awalnya berharap pertemuan kali ini akan lebih menitikberatkan pada solusi global terhadap tantangan ekonomi dan sosial.
Namun, fokus beralih pada isu geopolitik yang tajam, termasuk rencana Trump membentuk “ Dewan Perdamaian ” untuk menangani konflik Gaza — sebuah gagasan yang menurut beberapa pengamat belum mendapatkan dukungan luas.
Forum ini berlangsung di tengah upaya pemerintah AS merangkul kembali hubungan internasionalnya setelah beberapa tahun penuh dinamika geopolitik, tetapi pidato Trump di Davos menunjukkan bahwa perbedaan pandangan strategi antara Washington dan sekutu tradisionalnya masih jauh dari selesai.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login