Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Trump Bentuk “Board of Peace”, Negara Eropa Menolak, Negara Muslim Mendukung

DAVOS SWISS   22 Januari Presiden AS Donald Trump kiri menghadiri upacara penandatanganan Piagam Perdamaian untuk Gaza sebagai bagian dari Forum Ekonomi Dunia ke 56 di Davos Swiss pada 22 Januari 2026 Foto oleh Harun OzalpAnadolu via Getty Images
DAVOS, SWISS - 22 Januari: Presiden AS Donald Trump (kiri) menghadiri upacara penandatanganan Piagam Perdamaian untuk Gaza sebagai bagian dari Forum Ekonomi Dunia ke-56 di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026. (Foto oleh Harun Ozalp/Anadolu via Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk sebuah Board of Peace atau Dewan Perdamaian internasional untuk mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza memicu perpecahan tajam di antara negara-negara Eropa dan Timur Tengah.

Inisiatif yang awalnya difokuskan pada konflik Gaza itu kini berkembang menjadi platform diplomasi global yang lebih luas, memunculkan kekhawatiran dari sejumlah negara Eropa bahwa dewan tersebut berpotensi menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik internasional.

Beberapa negara Eropa Barat, termasuk Prancis, Norwegia, dan Swedia, memilih tidak bergabung dengan inisiatif tersebut. Pemerintah negara-negara itu menilai mandat Board of Peace terlalu luas dan berisiko melemahkan sistem multilateral yang selama ini dijalankan PBB.

Sebaliknya, sekelompok negara mayoritas Muslim — di antaranya Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab — menyatakan akan berpartisipasi dalam dewan tersebut. Dukungan ini dipandang sebagai upaya untuk memastikan keterlibatan langsung negara-negara kawasan dalam masa depan Gaza pascaperang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Israel juga memutuskan untuk bergabung, meski sebelumnya sejumlah pejabatnya menyuarakan keraguan. Keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini menandai perubahan sikap pemerintah Israel dan berpotensi memicu ketegangan politik di dalam negeri, terutama di kalangan koalisi sayap kanan yang selama ini menolak keterlibatan internasional dalam konflik Gaza.

Seiring berjalannya waktu, tujuan Board of Peace tidak lagi terbatas pada Gaza. Presiden Trump disebut ingin memperluas peran dewan tersebut sebagai wadah penyelesaian konflik global lainnya, sebuah langkah yang memicu kritik dari kalangan diplomat dan analis kebijakan luar negeri.

Daniel Forti, kepala urusan PBB di International Crisis Group, menilai langkah tersebut sebagai upaya Amerika Serikat untuk mengambil jalur alternatif dalam memengaruhi konflik dunia.

Baca juga:  Trump Ancam Bakal Batasi Dana Federal Untuk New York Jika Calon Walkot Menang

“Ini merupakan jalan pintas AS dalam upaya mempengaruhi urusan dunia, memungkinkan AS untuk benar-benar membentuk agenda Gaza dan kemudian memperluasnya ke konflik lain,” kata Forti seperti dikutip melalui Associated Press (22/1).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Trump berencana meresmikan Board of Peace secara formal dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Namun hingga kini, sikap sejumlah negara besar masih belum jelas, termasuk Inggris dan China, yang belum menyatakan komitmen resmi untuk bergabung.

Para diplomat Eropa menegaskan bahwa upaya perdamaian global seharusnya tetap berada di bawah kerangka PBB agar memiliki legitimasi internasional yang kuat dan mekanisme pengawasan yang jelas.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement