Newestindonesia.co.id, Sebuah serangan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan oleh pasukan Ukraina menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya di kota Voronezh, Rusia, menurut pernyataan pejabat lokal pada Minggu (11/1). Serangan ini terjadi di tengah eskalasi besar dalam konflik yang telah memasuki tahun keempatnya.
Dilansir melalui Associated Press (13/1), Gubernur wilayah Voronezh, Alexander Gusev, mengatakan seorang wanita muda meninggal dunia di rumah sakit setelah puing-puing drone jatuh menimpa sebuah rumah pada Sabtu malam. Selain korban jiwa, sejumlah bangunan tempat tinggal, rumah pribadi, dan bahkan sebuah sekolah mengalami kerusakan. Pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menjatuhkan 17 drone di wilayah tersebut.
Voronezh, sebuah kota dengan populasi sekitar lebih dari 1 juta jiwa, terletak sekitar 250 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan ini digambarkan sebagai salah satu yang terberat sejak awal invasi Rusia.
Konteks Eskalasi Konflik
Kejadian serangan drone di Voronezh terjadi hanya beberapa hari setelah Rusia melancarkan serangan bom dan drone besar-besaran ke kota Kyiv, Ukraina. Dalam gelombang serangan itu, Rusia menggunakan rudal hipersonik baru yang dikenal sebagai Oreshnik, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya, serta merusak jaringan listrik dan fasilitas sipil.
Serangan Rusia menyebabkan ribuan warga Kyiv kehilangan listrik dan pemanas di tengah cuaca dingin ekstrem. Sementara itu, Ukraina juga meningkatkan serangan balasan mereka terhadap sasaran strategis Rusia, termasuk fasilitas energi dan titik infrastruktur penting lainnya.
Dampak dan Respon
Insiden ini memperlihatkan bagaimana konflik antara Rusia dan Ukraina terus meningkat dengan serangan lintas batas yang semakin sering dan meluas. Serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia menunjukkan strategi ofensif Kyiv untuk melemahkan infrastruktur dan kemampuan militer lawan, sementara serangan luas yang dilakukan Moskow terhadap kota-kota Ukraina telah mengakibatkan kerusakan besar dan krisis energi bagi warga sipil.
Konflik yang berkepanjangan ini telah menyebabkan penderitaan luas di kedua negara, dengan komunitas internasional terus mendesak dialog dan penyelesaian damai sambil mengecam setiap serangan yang menargetkan warga sipil.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login