“Tanpa komitmen nyata dari Moskow untuk mengakhiri agresi, perundingan berpotensi hanya menjadi sesi diplomasi belaka,” ujar seorang pakar hubungan internasional dari Eropa, yang menolak disebutkan namanya.
Serangan Rusia yang berlanjut mencerminkan realitas medan perang yang belum berhenti, bahkan di tengah dialog. Ini memicu kritik dari sisi Barat bahwa Moskow tidak serius dalam menghentikan konflik.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipandang mencoba menengahi isu ini dengan mendesak negosiator kedua pihak agar tak kehilangan momentum diplomatik.
Ketegangan di lapangan — sambil tetap berlanjutnya perundingan — menggambarkan dualitas yang mempersulit upaya damai:
Keterangan Delegasi AS: Dalam sebuah pernyataan, delegasi AS menyebut hari pertama pembicaraan produktif meskipun tantangan besar masih harus dihadapi.
Analisis Ukraina: “Serangan ini menunjukkan Rusia terus mengutamakan kepentingan militer daripada diplomasi,” ucap seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina.
(DAW)



