Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Serangan Drone Rusia Menewaskan 1 & Lukai 31 Orang Di Tengah Perundingan Damai Trilateral

Petugas layanan darurat berupaya memadamkan api setelah serangan Rusia di Kharkiv Ukraina Sabtu 24 Januari 2026 AP PhotoAndrii Marienko
Petugas layanan darurat berupaya memadamkan api setelah serangan Rusia di Kharkiv, Ukraina, Sabtu, 24 Januari 2026. (AP Photo/Andrii Marienko)

Newestindonesia.co.id, Serangan drone Rusia menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 31 lainnya di Ukraina pada Jumat malam hingga Sabtu pagi (24/1), saat perundingan damai yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat berlangsung di Abu Dhabi.

Ini adalah bagian dari upaya pertama yang diketahui dimana perwakilan dari pemerintahan Presiden Donald Trump duduk bersama kedua pihak yang berkonflik untuk mencoba mengakhiri hampir empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.

Pejabat Ukraina menyampaikan bahwa serangan itu terjadi ketika delegasi dari ketiga negara bersiap melanjutkan dialog penting mereka. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan, “Empat orang terluka di Kyiv akibat serangan drone yang diluncurkan musuh dalam beberapa jam terakhir,” dikutip melalui laporan Associated Press (24/1).

Sementara itu di Kharkiv, kota besar di timur Ukraina, sedikitnya 27 warga dilaporkan terluka akibat operasi serangan yang sama, menurut data awal dari otoritas setempat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perundingan Damai yang Bersejarah tapi Tegang

Pertemuan di Abu Dhabi menandai dialog tiga arah yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Kyiv, Moskow, dan Washington. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, mantan penasihat senior Gedung Putih yang kini memegang peran penting dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump terkait perang Ukraina.

Seorang pejabat tinggi Ukraina, berbicara di luar kondisi anonim, menyampaikan:
“Kami melihat adanya peluang nyata bagi kemajuan jika semua pihak bersedia kompromi. Tetapi serangan yang terus berlangsung menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sebelum perjalanan ke Abu Dhabi, mengatakan bahwa sebuah rencana damai sudah “hampir siap”, tetapi pengakuannya di forum Davos, Swiss, menunjukkan bahwa poin-poin sengketa masih besar dan kompleks.

Baca juga:  Iran Blokir Internet Dan Telepon Di Tengah Tekanan Protes Massal

Isu Utama: Sengketa Wilayah dan Keamanan

Masalah terberat yang menyertai proses ini adalah tuntutan Rusia yang tetap menuntut pengakuan atas wilayah yang dianeksasi dan penarikan pasukan Ukraina dari beberapa bagian timur negara itu — terutama di daerah Donetsk dan wilayah yang kini berada di garis depan konflik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kritikus dan beberapa analis internasional mengungkapkan kekhawatiran bahwa tekanan trilateral bisa memaksa Ukraina membuat konsesi besar:

Baca di halaman selanjutnya >>>

Laman: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement