Newestindonesia.co.id, Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark, kini memicu ketegangan baru di dalam aliansi pertahanan NATO dan menjadi perhatian utama geopolitik dunia.
Pernyataan Trump itu datang setelah Gedung Putih mengakui bahwa diskusi soal kemungkinan pembelian Greenland tengah aktif dibahas, dengan alasan utama bahwa pulau Arktik ini sangat penting untuk keamanan nasional dan pertahanan strategis AS.
“Saya yakin kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka belum tentu ada untuk kita,” ujar Trump melalui platform media sosialnya, menegaskan komitmennya terhadap aliansi itu sekaligus mempertanyakan konsistensi sekutunya.
Kedaulatan Greenland Jadi Sorotan
Respons dari negara-negara anggota NATO kini terpadu: kedaulatan Greenland harus dihormati. Pernyataan bersama dari Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris menegaskan bahwa pulau ini adalah milik rakyatnya sendiri, serta keputusan soal masa depan wilayah itu harus berada di tangan Denmark dan masyarakat Greenland.
Ketegangan meningkat setelah Trump tidak menutup pintu opsi militer untuk menguasai Greenland, sebuah wilayah yang secara resmi berada dalam lingkup NATO meskipun memiliki otonomi sendiri dalam urusan internal.
Ancaman bagi Solidaritas NATO
Para pemimpin Eropa telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa langkah Trump bisa berdampak buruk pada solidaritas kolektif NATO. Pernyataan British Prime Minister Keir Starmer menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh Denmark dan rakyat Greenland — bukan oleh tekanan eksternal Amerika Serikat.
Sementara itu, analis hubungan internasional memperingatkan bahwa jika AS mengambil tindakan terhadap wilayah NATO lain tanpa persetujuan bersama, hal ini bisa menjadi tantangan terbesar terhadap prinsip dasar aliansi sejak pembentukannya.
Makna Strategis Greenland
Greenland memiliki arti strategis yang signifikan karena letaknya di kawasan Arktik, sebuah wilayah yang diperebutkan oleh kekuatan besar seperti Rusia dan China. AS sudah memiliki pangkalan penting di sana, Pituffik Space Base, yang dipandang krusial untuk sistem pertahanan rudal dan pengawasan ruang angkasa.
Trump menilai memiliki kontrol penuh atas Greenland sebagai langkah penting untuk menjamin keamanan Amerika, mengatakan bahwa lokasi pulau tersebut sangat vital untuk kemampuan defensif AS di masa depan.
Reaksi Denmark & Negara Eropa
Pemerintah Denmark secara tegas menolak ambisi AS tersebut, dengan Perdana Menteri Mette Frederiksen memperingatkan bahwa tindakan semacam itu bisa mengakhiri NATO jika dilakukan secara paksa.
Rekan sekutu AS lainnya juga memberi dukungan terhadap kedaulatan Denmark atas Greenland, dan menyerukan penghormatan terhadap norma-norma internasional serta integritas wilayah.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login