Newestindonesia.co.id, Protes besar-besaran terus mengguncang Iran, menimbulkan kekhawatiran regional dan internasional saat Israel serta Amerika Serikat memantau situasi dengan cermat. Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh masalah ekonomi kini berubah menjadi tantangan terbuka terhadap pemerintahan teokratis di Tehran.
Lonjakan Kematian dan Kritik Internasional
Menurut laporan terbaru melalui Associated Press (13/1), jumlah kematian dalam protes telah mencapai setidaknya 646 orang, sementara ribuan lainnya ditangkap dalam upaya keras pemerintah untuk membendung gelombang demonstrasi.
Aparat keamanan Iran menanggapi dengan kekerasan, dan pembatasan akses internet secara nasional telah mempersempit informasi yang keluar dari negara tersebut.
Reaksi Amerika Serikat dan Tekanan Diplomatik
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah “menunjukkan minat untuk bernegosiasi” dengan Amerika Serikat setelah ancaman tindakan militer dilontarkan terkait penumpasan protes yang mematikan. Namun, Trump juga menegaskan bahwa langkah militer tetap menjadi “opsi kuat” jika kekerasan tidak mereda.
Sebagai tambahan tekanan diplomatik, pemerintahan AS telah memberlakukan tarif 25% pada negara yang berbisnis dengan Iran, menandai cara baru dalam menanggapi krisis yang berkembang.
Israel Mengamati Situasi dengan Cermat
Pihak Israel mengikuti perkembangan protes dengan sangat serius karena konsekuensinya berpotensi memperluas ketegangan di Timur Tengah. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa negaranya tetap “siaga terhadap skenario kejutan” sambil mengamati perubahan situasi dengan seksama.
Dukungan Pro-Pemerintah dan Ancaman Perang
Sementara itu di Iran, pemberitaan pro-pemerintah menampilkan demonstrasi besar pendukung rezim, yang menyerukan persatuan melawan apa yang digambarkan sebagai campur tangan asing. Pemimpin legislatif Iran mengecam AS dan Israel, memperingatkan konsekuensi jika Iran diserang.
Meski rezim mengklaim stabilitas, protes malam hari tetap terjadi di banyak kota, menunjukkan perlawanan yang terus berlanjut.
Dampak Internasional dan Reaksi Global
Protes Iran juga memicu perhatian internasional. Uni Eropa telah mengusir diplomat Iran dari parlemen, sementara negara lain mengutuk kekerasan dan menyerukan diakhirinya tindakan keras pemerintah.
Di luar negeri, sebuah insiden terkait protes terjadi di Los Angeles, ketika seorang pria yang mengemudikan truk U-Haul dengan sembrono mencoba mendekati kerumunan demonstran yang mendukung demonstrasi Iran. Tidak ada korban jiwa, tetapi peristiwa itu menggambarkan bagaimana protes Iran mempengaruhi komunitas global.
Krisis di Iran berkembang dari protes ekonomi menjadi konfrontasi besar terhadap rezim yang telah memicu reaksi global. Seruan untuk perubahan, kekerasan pemerintah terhadap demonstran, serta tanggapan diplomatik dan militer oleh AS dan pengaruh Israel menunjukkan bahwa konflik ini memiliki dampak luas terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login