Newestindonesia.co.id, Dampak dari rilis tahap terbaru dokumen Epstein Files oleh Departemen Kehakiman AS terus meluas, menyeret tokoh-tokoh elit dari dunia finansial hingga akademik. Dokumen yang berisi jutaan halaman email, laporan dan bukti lain terkait finansier dan kriminal Jeffrey Epstein (1953–2019) ini telah memicu reaksi keras publik dan institusi di Amerika Serikat serta luar negeri.
Pengacara Goldman Sachs Mundur
Dilansir melalui Reuters, Salah satu efek paling signifikan adalah pengunduran diri Kathy Ruemmler, Kepala Juridik (Chief Legal Officer) di perusahaan investasi global Goldman Sachs, yang mengumumkan akan meninggalkan posisinya pada 30 Juni 2026 setelah tekanan media dan publik meningkat menyusul bocornya email-email pribadinya dengan Epstein.
Dokumen yang dirilis menunjukkan Ruemmler berkomunikasi secara rutin dengan Epstein antara 2014 hingga 2019 — periode setelah Epstein dipenjara atas hukuman kasus prostitusi di bawah umur pada 2008 — dan menerima berbagai hadiah darinya, termasuk wine, tas tangan, serta hadiah mewah lain. Dalam sejumlah email, Ruemmler juga merujuk Epstein dengan istilah akrab seperti “Uncle Jeffrey”.
Meskipun saat ini ia bukan penasihat hukum Epstein secara resmi, hubungan personal tersebut memicu kritik tajam karena bertentangan dengan standar etika profesional serta kode etik internal Goldman Sachs yang ketat terkait penerimaan hadiah.
Ruemmler sendiri menyatakan bahwa hubungan mereka bersifat profesional dan bahwa dia tidak mengetahui keterlibatan Epstein dalam kegiatan kriminal ketika interaksi itu terjadi. Ia menyebut pengunduran dirinya adalah keputusan yang diambil demi kepentingan perusahaan.
CEO Goldman Sachs, David Solomon, kepada CNBC menyatakan bahwa ia “dengan berat hati menerima pengunduran diri Ruemmler” dan menghormati keputusannya yang lahir dari keprihatinan atas gangguan media terhadap pekerjaan kantor hukum.
Dampak Pada Akademisi di Harvard dan Yale
Selain dari dunia finansial, Epstein Files juga memicu kontroversi di ranah akademik. Di Yale University, profesor ilmu komputer David Gelernter ditempatkan dalam masa leave sementara karena review internal atas email-emailnya kepada Epstein yang mencantumkan rekomendasi seorang mahasiswi untuk posisi magang — deskripsi yang mengundang kritik karena dipaparkan dengan bahasa yang dinilai tidak pantas dan mencerminkan bias gender.
Yale menyatakan bahwa Gelernter tidak akan mengajar selama proses peninjauan etika berlangsung, dan secara resmi menyatakan bahwa mereka “tidak mendukung metode penyampaian rekomendasi itu.”
Sementara itu, dokumen lain yang dibuka ke publik mengungkapkan korespondensi antara Lawrence H. Summers, mantan Presiden Harvard University dan mantan Menteri Keuangan AS, dengan Epstein hingga beberapa hari sebelum penangkapan Epstein pada 2019.
Summers, yang juga disebut pernah berdiskusi mengenai kehidupan pribadi, memilih untuk mundur sementara dari aktivitas akademik saat Harvard meninjau keterkaitannya.
Reaksi Kepolisian dan Publik
Rilis dokumen tersebut merupakan bagian dari implementasi Epstein Files Transparency Act, yang dimulai dengan penghimpunan jutaan halaman bukti dan dokumen oleh Departemen Kehakiman AS sejak Januari 2026, termasuk email, foto, dan rekaman lainnya yang kini tersedia bagi publik dan legislator.
Reaksi publik beragam. Ada sorotan terhadap bagaimana institusi besar dapat terlilit hubungan dengan figur bermasalah, sementara warga dan keluarga korban mendesak keterbukaan penuh dokumen tanpa redaksi. Sebagian pengkritik menilai masih ada dokumen yang disembunyikan dari publik.
Kasus Epstein Files telah berkembang jauh melampaui sekadar skandal kriminal individu. Dampaknya kini mengguncang lembaga-lembaga besar, baik di sektor finansial seperti Goldman Sachs maupun di dunia pendidikan tinggi seperti Yale dan Harvard, memicu peninjauan etika, pendidikan, dan korporasi secara lebih luas di Amerika Serikat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login