Newestindonesia.co.id, Pemerintah Hong Kong secara resmi memprotes tindakan pemerintah Panama yang mengambil alih kendali dua pelabuhan strategis di Terusan Panama, yang selama puluhan tahun dioperasikan oleh perusahaan berbasis di Hong Kong, menurut pernyataan pejabat kota tersebut, Selasa (24 Februari 2026).
Pengambilalihan ini terjadi setelah Mahkamah Agung Panama membatalkan konsesi yang dimiliki oleh perusahaan pelabuhan itu karena dianggap tidak konstitusional, sehingga Panama mengambil alih kontrol administratif dan operasional kedua pelabuhan tersebut di pintu masuk Terusan Panama.
Respons Hong Kong dan China
Pemerintah Hong Kong mengecam keputusan Panama sebagai “tidak sah” dan menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada perusahaan tersebut dalam mempertahankan haknya.
Seorang juru bicara pemerintah Hong Kong mengatakan:
“Kami sangat menentang tindakan Panama yang kami anggap melanggar prinsip kontrak dan merugikan investasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” dikutip melalui Associated Press.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri China juga mengecam keputusan Panama, menilai tindakan itu “melanggar aturan hukum internasional” dan berjanji untuk melindungi hak-hak perusahaan China yang terkena dampak.
Apa yang Terjadi di Pelabuhan?
Menurut laporan, pemerintah Panama menggunakan keputusan pengadilan sebagai dasar hukum untuk secara efektif masuk ke pelabuhan Balboa dan Cristóbal — dua titik penting yang menjadi jalur utama perdagangan global melalui Terusan Panama.
Pelabuhan-pelabuhan ini telah lama dioperasikan oleh Panama Ports Company, anak perusahaan dari konglomerat Hong Kong CK Hutchison Holdings, sejak 1997. Namun, kontrak itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung Panama setelah dianggap tidak mengikuti konstitusi Panama.
CK Hutchison sendiri mengklaim bahwa aset-aset perusahaan termasuk alat berat, perangkat lunak, dan suku cadang telah diambil alih tanpa persetujuan, serta menyebut tindakan Panama sebagai bentuk “pengambilalihan yang tidak sah”.
Tindakan Hukum dan Dampak Internasional
Sebagai bentuk perlawanan, CK Hutchison telah memulai proses arbitrase internasional terhadap pemerintah Panama, menuntut pemulihan hak dan ganti rugi atas pengambilalihan tersebut.
Seorang juru bicara perusahaan mengatakan:
“Kami sedang menyiapkan semua langkah hukum yang tersedia termasuk melalui forum internasional untuk mempertahankan hak investor kami.”
Krisis ini bukan hanya berdampak pada hubungan Panama dengan Hong Kong dan China, tetapi juga terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan China, yang memperebutkan pengaruh atas jalur perdagangan global yang sangat strategis ini.
Walaupun terjadi pergantian pengelolaan, pemerintah Panama menegaskan operasi kedua pelabuhan dan Terusan Panama secara keseluruhan tidak akan terganggu.
Pihak berwenang Panama juga menyatakan akan mengadakan periode transisi selama 18 bulan untuk menetapkan operator pelabuhan baru melalui prosedur konsesi yang kompetitif.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login