Newestindonesia.co.id – London, Kepolisian Metropolitan London melakukan penggeledahan di dua properti yang terhubung dengan mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, dalam penyelidikan yang berkembang terkait dugaan pelanggaran jabatan publik setelah sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein dirilis ke publik.
Penyelidikan ini diluncurkan menyusul rilis besar dokumen oleh pemerintah AS pada 30 Januari 2026, yang secara terbuka menyebut hubungan dekat antara Mandelson dan Epstein — seorang finansier yang dihukum atas kejahatan seksual yang melibatkan anak di bawah umur sebelum ia meninggal dunia di dalam tahanan pada 2019.
Penggeledahan di Dua Lokasi, Investigasi Berlanjut
Menurut Wakil Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan, Hayley Sewart, tim Kepolisian Kejahatan Khusus menggeledah sebuah alamat di Wiltshire dan satu lagi di Camden, London Utara, pada Jumat (6/2).
“Penggeledahan ini terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung atas pelanggaran perilaku dalam jabatan publik yang melibatkan seorang pria berusia 72 tahun,” kata Sewart tanpa menyebut nama secara langsung, sebagaimana lazim dalam penyelidikan awal.
Hingga kini Mandelson belum ditangkap atau diinterogasi secara resmi, namun pihak berwenang terus mengumpulkan bukti termasuk perangkat elektronik dan dokumen.
Fokus Penyidikan: Dokumen Rahasia dan Informasi Sensitif
Laporan dokumen Epstein yang dirilis mencakup korespondensi email yang menunjukkan persahabatan intim antara Mandelson dan Epstein, serta dugaan bahwa Mandelson pernah membagikan informasi pemerintah yang rahasia dan sensitif terhadap pasar kepada Epstein saat ia menjabat sebagai menteri pada masa krisis keuangan global tahun 2008–2009.
Dokumen tersebut bahkan menyebut bahwa Mandelaon mengirim memo berisi strategi penjualan aset dan kebijakan pajak kepada Epstein, serta saran mengenai isu kebijakan perbankan di Washington.
Reaksi Politik dan Dampaknya bagi Pemerintahan Starmer
Skandal ini memicu kritik tajam kepada Perdana Menteri Keir Starmer, yang sebelumnya pada 2024–2025 menunjuk Mandelson sebagai Dubes Inggris untuk AS meski hubungan dekatnya dengan Epstein sudah diketahui secara luas oleh kalangan tertentu.
Starmer kemudian menyatakan dalam pernyataannya di parlemen bahwa Mandelson “sepenuhnya menyalahartikan tingkat hubungannya dengan Epstein” dan berulang kali berbohong kepada tim pemeriksaan keamanan nasional. Starmer juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban-korban Epstein, mengakui bahwa keputusan penunjukan tersebut adalah kesalahan besar.
Mandelson telah mengundurkan diri dari House of Lords awal pekan ini, langkah yang secara efektif menandai hampir berakhirnya karier politiknya setelah puluhan tahun berkecimpung dalam politik Inggris.
Skandal yang Lebih Luas: Rilis Dokumen Epstein
Rilis dokumen Epstein yang mencapai jutaan halaman telah menarik perhatian global, dengan nama-nama berpengaruh dari berbagai negara muncul dalam berkas tersebut. Selain implikasi terhadap politik Inggris, dokumen ini juga memicu penyelidikan baru dan tekanan terhadap tokoh internasional lain yang disebut dalam data tersebut oleh jaksa dan komite pengawasan di AS.
Proses Selanjutnya
Penyelidikan kriminil terhadap Mandelson masih berlangsung, dengan polisi yang terus mengumpulkan materi bukti. Belum ada tuntutan hukum formal yang dijatuhkan, namun tuduhan pelanggaran jabatan publik dapat membawa konsekuensi pidana serius jika terbukti.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login