Tragedi Kebakaran Maut Di Pusat Sepatu China: 28 Korban Jiwa, Pemilik Pabrik Ditangkap

Pabrik di China kebakaran hebat

Pabrik di China kebakaran hebat. Foto: AFP via BBC

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Sebuah kebakaran hebat melanda pabrik manufaktur alas kaki terkemuka di wilayah timur China pada Kamis (9/7/2026). Insiden tragis yang menghanguskan fasilitas produksi milik PT Huiteng Shoes Co., Ltd. di Kota Jinjiang, Provinsi Fujian ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 28 orang, menjadikannya salah satu bencana industri paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Kantor berita resmi pemerintah, Xinhua, melaporkan bahwa kobaran api pertama kali terdeteksi pada pukul 12.04 siang waktu setempat. Kebakaran tersebut berlokasi tepat di Jalan Kaituo Timur, Desa Jiangtou, Kecamatan Chendai, Kota Jinjiang—sebuah wilayah yang dikenal luas di tingkat global sebagai “Ibu Kota Sepatu” China karena memproduksi seperlima dari total pasokan sepatu olahraga dunia.

Berdasarkan data dari Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Quanzhou yang membawahi wilayah Jinjiang, terdapat 237 pekerja pabrik dan dua petugas pengirim barang eksternal yang berada di lokasi saat api mulai mengamuk. Upaya evakuasi massal berhasil menyelamatkan 213 orang. Namun, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah upaya perawatan darurat di rumah sakit gagal, sementara 26 orang yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam bangunan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Jinjiang, Du Zhenzhou, mengungkapkan bahwa tim penyelamat menghadapi kendala yang sangat besar saat mencoba menyisir bagian dalam gedung bertingkat tersebut. Kondisi jalur evakuasi yang buruk memperparah dampak fatal dari insiden ini.

“Tim penyelamat harus berjuang keras untuk mencapai lantai atas bangunan karena akses tangga dipenuhi oleh tumpukan material sepatu dan rute keluar terblokir,” ujar Du Zhenzhou dalam keterangan resminya kepada media penyiaran negara.

Du Zhenzhou menambahkan bahwa karakteristik bahan baku yang disimpan di dalam fasilitas tersebut menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api ke seluruh sudut gedung. “Bahan perekat (lem) dan bahan baku yang digunakan dalam produksi sepatu di pabrik tersebut semakin membantu penyebaran api secara cepat,” jelasnya.

Baca juga:  Cetak Rating Tertinggi Sepanjang Tayang, Akhir Kisah 'My Royal Nemesis' Banjir Pujian

Situasi mencekam terekam jelas dalam siaran langsung stasiun televisi pemerintah, CCTV. Rekaman video memperlihatkan fasad bangunan bertingkat tersebut hangus hitam pekat, diselimuti asap abu-abu tebal yang keluar dari jendela-jendela yang pecah. Sebelum api melahap seluruh gedung, beberapa video di media sosial memperlihatkan momen dramatis sejumlah pekerja yang terdampar di atap bangunan, melambaikan tangan dengan panik meminta pertolongan sementara api berkobar hebat di lantai bawah. CCTV juga melaporkan bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran material sepatu tersebut sangat menyengat dan menyebabkan iritasi mata yang parah bagi tim penyelamat.

Merespons bencana industri berskala besar ini, Presiden China Xi Jinping langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan setempat. Xi Jinping menyatakan belasungkawa mendalam atas jatuhnya “korban jiwa yang besar” akibat insiden maut ini.

“Seluruh wilayah dan departemen terkait harus memetik pelajaran berharga dari tragedi ini, mengoordinasikan pembangunan dan keselamatan dengan lebih baik, serta selalu menjaga pengawasan ketat terhadap keselamatan produksi,” tegas Xi Jinping dalam maklumatnya yang disiarkan oleh Xinhua.

Presiden Xi Jinping juga memerintahkan investigasi cepat untuk mencari dalang di balik kelalaian prosedur keselamatan ini. “Penyebab kecelakaan harus diidentifikasi sesegera mungkin dan… mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban secara tegas,” tambah Xi.

Langkah hukum cepat segera diambil oleh aparat kepolisian setempat pasca-instruksi presiden. Otoritas keamanan dilaporkan telah menahan pemilik pabrik Huiteng beserta beberapa jajaran manajemen yang diduga kuat memikul tanggung jawab atas kelalaian keselamatan kerja tersebut. Guna kepentingan penyelidikan dan ganti rugi korban, seluruh rekening bank milik perusahaan kini telah resmi dibekukan oleh pemerintah.

Hingga Kamis malam, Kementerian Manajemen Darurat China bersama Direktorat Administrasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional telah menerjunkan tim tugas gabungan khusus (joint task force) ke Jinjiang. Selain itu, Pemerintah Provinsi Fujian telah membentuk komite kepemimpinan utama yang dibagi menjadi lima kelompok kerja khusus. Kelompok-kelompok ini bertugas menangani penyelamatan di lokasi, investigasi mendalam terhadap penyebab kecelakaan, manajemen penanganan pasca-bencana, serta pemberian dukungan penuh bagi keluarga para korban yang ditinggalkan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Lebanon Laporkan 4.304 Korban Jiwa, Israel Bersikeras Bertahan Di Wilayah Selatan