Mitos Atau Fakta? Benarkah Kopi Bisa Mengurangi Stres?

Kopi apakah betul penghilang stres? Simak faktanya. Foto: Ilustrasi Newest Indonesia

Kopi apakah betul penghilang stres? Simak faktanya. Foto: Ilustrasi Newest Indonesia

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Secangkir kopi menjadi teman setia bagi banyak orang saat menghadapi pekerjaan yang menumpuk, deadline, atau rasa lelah setelah beraktivitas seharian. Tak sedikit yang mengaku merasa lebih tenang, fokus, bahkan suasana hati menjadi lebih baik setelah menyeruput kopi favoritnya.

Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering diperbincangkan: benarkah minum kopi dapat menghilangkan stres?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Para ahli menjelaskan bahwa kopi memang dapat memberikan efek tertentu yang membuat seseorang merasa lebih segar dan bersemangat. Akan tetapi, kopi bukanlah obat untuk mengatasi stres, bahkan pada sebagian orang justru bisa memperburuk kondisi apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Mengapa Banyak Orang Merasa Lebih Baik Setelah Minum Kopi?

Efek utama kopi berasal dari kandungan kafein, yaitu zat stimulan alami yang bekerja pada sistem saraf pusat.

Saat kafein masuk ke dalam tubuh, zat ini membantu menghambat kerja adenosin, senyawa yang membuat tubuh merasa lelah dan mengantuk. Akibatnya, seseorang menjadi lebih waspada, lebih fokus, dan energi terasa meningkat.

Perubahan inilah yang sering disalahartikan sebagai hilangnya stres. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah tubuh menjadi lebih terjaga sehingga pekerjaan terasa lebih ringan untuk diselesaikan.

Selain itu, menikmati secangkir kopi juga sering menjadi bagian dari rutinitas yang menyenangkan. Aroma kopi yang khas, suasana kedai kopi yang nyaman, atau momen berbincang bersama teman dapat memberikan rasa rileks. Dengan kata lain, yang membantu meredakan stres belum tentu kopinya semata, tetapi juga pengalaman saat menikmatinya.

Apa Kata Penelitian?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki konsentrasi, dan mengurangi rasa lelah dalam jangka pendek.

Namun, penelitian juga menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Pada kondisi tertentu, terutama ketika seseorang sedang mengalami tekanan mental tinggi, konsumsi kafein justru dapat memperkuat respons tubuh terhadap stres.

Baca juga:  Orang Tua Selalu Gosipkan Salah Satu Anak? Kenapa Tidak Semuanya?

Artinya, meskipun seseorang merasa lebih segar setelah minum kopi, tubuhnya belum tentu sedang mengalami penurunan tingkat stres secara biologis.

Mengapa Ada Orang yang Merasa Lebih Tenang Setelah Ngopi?

Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein.

Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:

  • Kebiasaan mengonsumsi kopi setiap hari.
  • Genetik atau kemampuan tubuh memetabolisme kafein.
  • Kondisi kesehatan.
  • Tingkat kecemasan.
  • Jam tidur.
  • Jumlah kopi yang diminum.

Orang yang sudah terbiasa minum kopi biasanya mengalami efek yang berbeda dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya. Sementara itu, individu yang sensitif terhadap kafein bisa mengalami jantung berdebar, gelisah, hingga sulit tidur meskipun hanya minum satu cangkir kopi.

Benarkah Kopi Bisa Memperburuk Stres?

Jawabannya, bisa, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kafein merangsang sistem saraf sehingga tubuh menjadi lebih aktif. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Jantung berdebar.
  • Tangan gemetar.
  • Sulit tidur.
  • Rasa gelisah.
  • Mudah cemas.
  • Tekanan darah meningkat sementara.

Kurang tidur akibat terlalu banyak minum kopi juga dapat memperburuk kondisi emosional keesokan harinya. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan merasa stres semakin berat.

Berapa Batas Aman Minum Kopi?

Bagi orang dewasa yang sehat, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya masih dianggap aman. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh, tergantung jenis dan cara penyajiannya.

Namun, batas aman setiap orang berbeda. Sebagian orang sudah merasakan efek samping hanya dari satu atau dua cangkir kopi.

Karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing.

Waktu Terbaik Minum Kopi

Agar manfaat kopi dapat dirasakan tanpa mengganggu kesehatan, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  • Hindari minum kopi terlalu larut malam.
  • Jangan mengonsumsi kopi saat perut benar-benar kosong jika mudah mengalami gangguan lambung.
  • Kurangi tambahan gula dan krimer berlebihan.
  • Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Baca juga:  Rekomendasi Ucapan Hari Raya Natal Yang Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

Dengan cara tersebut, kopi tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa meningkatkan risiko gangguan tidur maupun kecemasan.

Cara Mengatasi Stres yang Lebih Efektif

Jika tujuan utama adalah mengurangi stres, para ahli menyarankan untuk tidak hanya mengandalkan kopi.

Beberapa cara yang terbukti lebih efektif antara lain:

  • Tidur cukup setiap malam.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Melakukan teknik relaksasi atau meditasi.
  • Mengatur waktu kerja dan istirahat.
  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga profesional ketika tekanan mental terasa berat.

Langkah-langkah tersebut memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat dalam membantu menurunkan tingkat stres dibanding hanya mengonsumsi kopi.

Kesimpulan

Jadi, apakah benar minum kopi bisa menghilangkan stres?

Jawabannya adalah tidak sepenuhnya benar.

Kopi memang dapat meningkatkan energi, kewaspadaan, dan suasana hati dalam jangka pendek sehingga seseorang merasa lebih siap menghadapi aktivitas. Namun, kopi bukanlah terapi untuk mengatasi stres.

Bahkan, pada sebagian orang, konsumsi kafein berlebihan justru dapat meningkatkan hormon stres, memicu kecemasan, serta mengganggu kualitas tidur.

Oleh karena itu, menikmati secangkir kopi tetap boleh dilakukan selama dalam jumlah yang wajar dan diimbangi dengan pola hidup sehat. Jika stres sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya mencari penanganan yang lebih menyeluruh daripada hanya mengandalkan secangkir kopi.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement